Jerusalem Prayer Team
Jerusalem Prayer Team

Akun Organisasi Yahudi Ditutup Facebook, Setelah Cyberbullying Kelompok Islam

London –  Serangan cyberbullying yang dilakukan kelompok Islam berhasil membuat Facebook menutup sebuah akun miliki organisasi Yahudi “Jerusalem Prayer Team”. Padahal akun milik organisasi Zionis Kristen itu memiliki hampir 77 juta followers.

“Halaman Friends of Zion telah ditarik tiba-tiba pekan lalu karena melanggar aturan terhadap spam dan perilaku tidak autentik Facebook,” bunyi pernyataan yang dirilis komunitas tersebut kepada All Israel News dilansir dari The Washington Post, Senin (24/5/2021).

Mike Evans, pemimpin situs dan seorang Kristen Evangelis yang memiliki hubungan dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Presiden Donald Trump mengatakan, halaman Facebook-nya bersifat non-politik.

“Satu-satunya hal yang dilakukan Tim Doa Yerusalem adalah meminta orang untuk berdoa,” katanya dikutip dari laman Republika.co.id.

Evans menyalahkan kelompok Islam atas larangan tersebut. Ia  mengatakan mereka telah membodohi Facebook untuk memberlakukan larangan tersebut.

“Ada upaya terorganisasi oleh organisasi Islam radikal untuk mencapai tujuan ini. Mereka memposting lebih dari satu juta komentar di situs kami dan kemudian meminta orang-orang menghubungi Facebook dengan mengatakan bahwa mereka tidak pernah memposting ke situs tersebut. Itu benar-benar penipuan. Itu adalah rencana yang sangat cerdik dan menipu oleh para radikal Islam,” katanya.

Namun upaya yang disebutnya terorganisir berhasil karena halaman tersebut turun, dengan Facebook menyatakan telah dihapus secara permanen.

“Facebook tidak pernah mendekati kami, meskipun kami diserang dunia maya dan kami berusaha keras untuk menghubungi mereka. Faktanya, Facebook melindungi Islam radikal dan bekerja melawan kaum evangelis pro-Israel. Mereka juga menghapus halaman pribadi saya, saya tidak dapat memposting apa pun. Seolah-olah komunisme dan fasisme bersatu, hanya karena Israel membela diri,” jelasnya.

Baca Juga:  Raja Salman Bolehkan Salat Tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Wakil Presiden Kebijakan Konten Facebook, Monika Bickert, mengatakan pihaknya akan memantau situasi dengan cermat. “Sehingga mereka dapat menghapus konten yang melanggar standar komunitas kami lebih cepat, sambil juga mengatasi kemungkinan kesalahan dalam penegakan hukum,” kata dia.  

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Serah terima bantuan rumah dari Laznas Baitulmaal Muamalat kepada mantan pengikut aliran Hakekok Balakasuta

Laznas Baitulmaal Muamalat Serahkan Rumah Harapan Untuk Mantan Penganut Hakekok Balaksuta

Pandeglang – Masih ingat dengan penganut aliran kepercayaan Bakekok Balakasuta yang pernah menghebohkan Pandeglang dengan …

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …