Haji badal

Arab Saudi Siapkan Fasilitas Haji Sesuai Protokol Pencegahan Covid-19

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi tengah menyiapkan berbagai fasilitas haji yang disesuaikan dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Langkah itu diambil agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan tidak menjadi tempat penyebaran Covid-19.

Mengutip dari Saudigazette, Jumat (10/7/2020), para petugas sedang mempersiapkan berbagai hal di tempat-tempat suci, seperti di Mina, Arafah, dan Muzdalifah. Dilaporkan juga petugas sedang membuat jalur pejalan kaki di Jamarat, tepatnya di titik masuk hingga keluar jamaah.

Nantinya, jamaah haji yang dibolehkan masuk ke Tanah Suci dan lokasi-lokasi berhaji lainnya di Arab Saudi hanya mereka yang memiliki izin haji yang berlaku mulai 19 Juli. Di titik masuk ke Tanah Suci, Pemerintah Arab Saudi juga mengerahkan tim dokter hewan yang ditugaskan memeriksa hewan kurban.

Sementara di Masjid Nabawi, petugas terus mengerjakan proyek renovasi di sisi barat. Ditargetkan pengerjaan selesai sebelum dimulainya pelaksanaan haji tahun ini.

Terdapat lebih dari 90 proyek yang mencakup area seluas 95.000 meter persegi itu. Saat ini pekerjaan yang sedang dilakukan adalah menghubungkan sistem suara (sound system) dan elektronik antara Masjid Nabawi dan bagian halaman yang memiliki daya tampung hingga lebih dari 80.000 jamaah.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah memutuskan hanya mengizinkan sekira 10.000 jamaah haji untuk melakukan ibadah haji tahun ini. Pembatasan tersebut dampak masih mewabahnya virus Covid-19. Padahal tahun-tahun sebelumnya terdapat sekira 2,5 juta jamaah domestik dan mancanegara yang melaksanakan ibadah haji.

Sementara dari total 10.000 jamaah haji tahun ini, 70 persen di antaranya untuk warga negara asing (WNA) atau ekspatriat yang bermukim di Arab Saudi. Sisanya adalah jamaah lokal Arab Saudi. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sendiri telah membuka pendaftaran calon jamaah haji untuk WNA melalui situs resminya pada Senin lalu. Batas waktu pendaftaran ialah hari ini, Jumat 10 Juli. Pengumumannya pada Minggu 12 Juli.

Baca Juga:  Ngabalin: Waspada Kelompok Radikal Gentayangan Tunggangi Penolakan Omnibus Law

Kesehatan menjadi penentu utama lolosnya calon jamaah tahun ini. Kondisi kesehatan yang baik dan protokol kesehatan menjadi kuncinya.

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar