Bersatu melawan Islamofobia di Austria
Bersatu melawan Islamofobia di Austria

Austria Luncurkan Peta Islam, Serangan Anti-Muslim Meningkat di Wina

Wina – Pemerintah Austria dibawah Kanselir Sebastian Kurz baru saja meluncurkan Peta Islam yang berisi lokasi masjid dan alamat umat Muslim di negara tersebut. Peluncuran Peta Islam itu langsung menimbulkan kontroversi dan penolakan terutama dari komunitas Muslim.

Presiden Komunitas Agama Islam di Austria (IGGO) Umit Vural mengatakan, Peta Islam itu memang bukan fenomena baru. Tapi dukungan pemerintah Austria telah membawa masalah baru. Bahkan setelah peluncuran itu, serangan anti-Islam meningkat tajam di ibukota Wina.

Umit Vural mencatat peta yang dapat diakses untuk menunjukkan semua Muslim berbahaya disiapkan hanya menggunakan data dari satu sisi. Sementara, permintaan koreksi informasi pada peta diabaikan oleh tim yang melakukan penelitian.

“Kami melihat umat Islam diperlakukan secara berbeda. Jika kami adalah agama yang diakui secara resmi di sini, kami menginginkan perlakuan yang sama dengan 15 komunitas agama lainnya. Kami tidak ingin perlakuan yang berbeda atau khusus,” ujar dia dikutip dari laman Republika.co.id, Senin (7/6/2021).

Serangan anti-Muslim meningkat setelah pemerintah Austria merilis peta Islam yang kontroversial dan menempatkan tanda-tanda peringatan pada bulan lalu.

“Serangan terhadap Muslim meningkat setelah insiden ini. Tanda-tanda buruk ada di masjid-masjid kami,” kata Umit Vural.

Tanda-tanda anti-Muslim di masjid-masjid dilaporkan, terutama masjid di Wina dalam dua hari terakhir. Tanda itu memberikan peringatan akan bahaya Islam politik, “Awas! Islam politik di dekatnya.”

Aktivis Austria Martin Weinberger mengatakan Kanselir Sebastian Kurz memprioritaskan politik identitas dan mengabaikan beberapa elemen masyarakat. Dengan menggunakan istilah “Islam politik,” pemerintah berusaha menggambarkan Muslim sebagai tersangka.

“Peta Islam tidak didukung oleh Universitas Wina karena bertentangan dengan ilmu pengetahuan,” kata Weinberger.

Dia menambahkan larangan jilbab di sekolah dasar dan penempatan bendera Israel di gedung-gedung negara adalah manifestasi dari politik identitas.

Baca Juga:  Tokoh Agama Austria Ingatkan Tak Kaitkan Terorisme dengan Agama Apapun

“Kami perlu menyerukan suara bahwakami sangat kuat untuk mencegah kebijakan yang membahayakan umat Islam dan memecah-belah negara ini,” tambah dia.

Di sisi lain, para pejabat Austria membela peta tersebut di tengah meningkatnya kritik di dalam komunitas Muslim. Menteri Urusan Luar Negeri dan Integrasi Susanne Raab mengatakan Peta Islam bukan menjadi kecurigaan umum terhadap Islam. Ini tentang perjuangan bersama melawan Islam politik sebagai tempat ekstremisme.

Dilansir Daily Sabah, Senin (7/6/2021), IGGO yang mewakili kepentingan sekitar 800 ribu Muslim memperingatkan agar tidak menstigmatisasi semua Muslim yang tinggal di Austria sebagai potensi bahaya bagi masyarakat dan tatanan hukum demokratis.

Juru Bicara Media untuk Dewan Muslim Miqdaad Versi mengatakan Austria gagal dalam tugasnya memperlakukan Muslim secara adil. “Peta Islam sudah keterlaluan dan tampaknya telah memfasilitasi demonisasi Muslim di bawah istilah Islam politik,” ucap dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …