bahaya dzalim
bahaya dzalim

Bahaya Sikap Dzalim dan Doa Mereka yang Terdzalimi

Kalimat dzalim menjadi cukup terkenal dalam memotret berbagai peristiwa. Sedikit saja diperlakukan salah akan muncul “saya didzalimi”. Namun, apa sebenarnya makna dzalim?

Secara bahasa dzalim berasal dari kata dzulmu yang berarti meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Secara istilah dzalim adalah tindakan yang keluar dari koridor kebenaran baik kurang atau melampaui batas. Lawan kata dzalim adalah adil karena memposisikan sesuatu sesuai porsinya atau haknya. Karena itulah, suatu tindakan yang tidak adil akan disebut dzalim.

Perbuatan dzalim sangat dibenci dalam Islam. Bahkan dalam al-Qur’an Allah menempatkan dzalim sebagai perbuatan yang dilaknat. “Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim” (QS. Hud: 18).

Penegasan ini cukup jelas bagi siapapun baik pemimpin atau masyarakat biasa untuk tidak berbuat sewenang-wenang dengan kuasanya dengan meminggirkan hak orang lain. Itulah dzalim yang sangat dilaknat oleh Allah.

Perilaku dzalim bisa menghinggapi siapapun. Bahkan kadang kita tidak merasa bahwa diri ini juga sedang berbuat dzalim pada diri sendiri atau kepada orang lain. Karena itulah Nabi menekankan kepada umatnya : “Allah berfirman: ‘wahai hambaku, sesungguhnya aku haramkan kezaliman atas Diriku, dan aku haramkan juga kezaliman bagi kalian, maka janganlah saling berbuat zalim’” (HR.  Muslim no. 2577).

Bahaya perilaku dzalim akan mendapatkan balasan di dunia. Dosa itu akan segera mendapatkan balasan. Sebagaimana hadist dari Abu Bakrah berkata, Rasulullah bersabda, “Tidak ada dosa yang Allah segerakan hukuman bagi pelakunya di dunia serta menyimpan sebagiannya untuk di akhirat kecuali kezaliman dan memutus silaturahmi.” (HR. Ahmad, Abu Daud & Tirmizi).

Ada dua bahaya perilaku dzalim. Pertama, Allah akan segera memberikan balasannya di dunia. Kedua, Allah akan menyimpan dosa itu kelak di akhirat. Apa sebenarnya bahaya dan balasan di dunia yang akan didapatkan?

Ketika seseorang berbuat dzalim aka nada rasa sakit hati dan kecewa bahkan amarah dari orang yang dizalimi. Ketika orang diperlakukan tidak adil kekecewaan dan kepedihan akan terungkap melalui doa. Orang yang didzalimi tidak akan berdaya dan hanya bisa memohon kepada Allah. Ketika orang yang didzalimi memohon balasan kepada Allah, apa yang akan terjadi?

Rasulullah SAW bersabda :

ثَلَاثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ : وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

“Ada tiga golongan manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doanya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat doanya sampai di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Allah berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta.”(HR. Tirmidzi)

Karena itulah, jangan mudah melakukan semena-mena dengan tindakan tidak adil dan dzalim kepada yang lain. Jika orang tersebut memohon doa kepada Allah tiada batas dan hijad doa tersebut meluncur. Penolong orang dzalim adalah doa yang terkabul.

Karena itulah, selalu bersikap adil baik pada diri sendiri dan orang lain sebelum kita mendapatkan balasan langsung melalui doa-doa orang yang terdzalimi. Bayangkan jika kita mendzalimi bukan hanya satu orang, berapa banyak orang yang akan mendoakan keburukan kepada diri kita?

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Check Also

memandikan jenazah

Saat Jenazah Tak Bisa Dimandikan, Bagaimana Islam Menyikapinya?

Kematian adalah bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari, dan ketika seseorang meninggal dunia, kita …

uban

Uban, Tanda Kebijaksanaan dan Pesan Spiritual

Uban sering kali dianggap sebagai tanda penuaan yang tak terhindarkan, namun baik dalam pandangan Islam …