Buya Syafii
Buya Syafii

Bangsa Arab Tak Pernah Kompak Sudahi Konflik Palestina-Israel, PBB Juga Tak Pernah Serius

Jakarta – Bangsa Arab dinilai tidak pernah kompak menyudahi konflik Palestina -Israel. Bahkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga tidak tidak memiliki keseriusan menghentikan penjajahan Israel atas Palestina. Penilaian itu disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Ahmad Syafii Maarif.

“Dunia Arab tidak pernah kompak membela saudaranya yang menderita ini. PBB seperti macan ompong berhadapan dengan negara Zionis dukungan Amerika Serikat ini,” kritik Buya Syafii dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (18/5/2021).

Buya Syafii merasa prihatin dengan penderitaan rakyat Palestina akibat kekejaman Israel yang sudah berlangsung sejak tahun 1948. Pelecehan, tangisan, kehilangan, kehancuran, dan kematian menyatu dalam rutinitas mencolok yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Bila semua otoritas keamanan internasional tidak mampu menyudai konflik bersenjata ini, maka satu-satunya solusi adalah memindahkan zionisme ke planet lain,” ujar Buya Syafii saat berpidato dalam peluncuran buku ‘Gilad Atzmon: Catatan Kritikal tentang Palestina dan Masa Depan Zionisme’, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, tahun 2012 silam.

Tambahan informasi, Gilad Atzmon merupakan mantan anggota Angkatan Udara Israel. Setelah tercerahkan, Gilad kemudian menjadi pembela Palestina yang gigih. Sementara itu, Buya Syafii berkenalan dengan Gilad Atzmon melalui email.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Potret Indahnya Toleransi Antarumat Beragama, Mohamed Salah Ucapkan Selamat Hari Natal

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Twit Abdulla Alamudi

Komentari Pelecehan Agama oleh Holywings, Kolumnis Media Qatar: Itu Bentuk Provokasi

Jakarta –  Pelecegahan agama yang dilakukan klub malam Holywings tidak hanya menyulut gejolak umat Islam …

Pernikahan beda agama

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Jakarta – Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan …