7820fc24 a0a2 415e 9bc3 f2823b3f47c1 169
7820fc24 a0a2 415e 9bc3 f2823b3f47c1 169

Belajar dari Kampoeng Kurma, Jangan Mudah Terkecoh Investasi Berbalut Agama

Jakarta – Setiap orang pasti mempunyai keinginan memiliki hunian yang didapatkan dengan cara murah, halal dan lingkungan yang sesuai dengan keinginanya, terlebih dalam janji disertai dengan narasi agama yang meyakinkan bahwa investasi maupun hunian berkonsep syariah.

Dengan janji akan kampoeng berkonsep syariah, maka banyak nasabah yang terjerat sehingga keuntungan dengan menjual agama semakin subur di Indonesia. Ketika konsep syariah yang dijual ternyata hanya investasi bodong atau bohong maka yang menjadi korban adalah para nasabah yang uang hasil jerih payahnya hilang tidak tahu kemana.

Meskipun konsep syariah bagus, namun memang dibutuhkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan terkait investasi yang sudah dilabeli agama. Seperti Kegiatan usaha investasi PT Kampoeng Kurma resmi dinyatakan pailit. Dari situ kita bisa mengambil pelajaran jangan langsung percaya meskipun investasi yang ditawarkan memakai embel-embel agama.

Pakar Marketing, Yuswohady mengatakan sebenarnya investasi berkonsep syariah seperti Kampoeng Kurma itu bagus dan tidak berniat untuk menipu investor. Namun dikarenakan pengelolaannya yang salah, investor dibuat rugi.

“Sebenarnya secara konsep syariahnya bagus, di atas kertasnya bagus, setelah dieksekusi apa yang diusulkan kepada investor itu nggak kejadian. Bisa karena salah manajemen atau salah urus,” katanya seperti dilansir dari laman detikcom, Kamis (27/5/2021).

Supaya tidak terjerat investasi berbau agama yang bodong seperti Kampoeng Kurma, berikut tiga tipsnya:

1. Cari Tahu Profil Lembaganya

Hal yang paling pertama sebelum memilih investasi adalah cari tahu dulu profil dan sejarah lembaga investasinya. Pasalnya, sebagus apapun konsepnya jika pengelola tidak memiliki keahlian mengeksekusinya maka yang ada investasi akan berakhir rugi.

“Kalau tidak ada (keahlian), tidak ada track record-nya dan dia baru, menurut saya seindah apapun konsep syiar atau kesyariahan yang ditawarkan dan lembaganya tidak reputable maka lebih baik dihindari,” kata Yuswohady.

2. Cari Tahu Skema Investasinya

Baca Juga:  Polisi Muslim di India Selamatkan Nyawa Wanita Hindu Saat Berziarah ke Puncak Tirumala

Mencari tahu skemanya dalam memilih investasi juga penting. Jangan sampai investasi yang kamu pilih ternyata menggunakan skema ponzi.

“Itu biasanya mereka jago bikin proposal makanya kadang-kadang kalau kita cuma lihat analisis bisnis plan-nya itu juga rawan. Makanya kita harus lihat reputasi atau track record dari lembaga investasi ini,” imbuhnya.

3. Cari Tahu Prospek Investasinya

Terakhir adalah mencari tahu prospek investasinya ke mana. Jangan asal pilih meski dengan embel-embel agama seperti Kampoeng Kurma.

“Jadi misalnya duit kita masuk ke mereka itu diinvestasikan ke mana? Harus tahu prospek usaha yang dikembangkan itu seperti apa?” tandasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar MH saat RDP dengan Komisi III DPR RI Rabu September

Anggota MIT Tambah Jadi 12 Orang, Kepala BNPT: Ada 17 Desa di Poso Penceramahnya Dukung Ali Kalora

Jakarta – Jumlah anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang semua tinggal 6 orang, …

Komjen Boy Rafli Amar

BNPT Tanggapi Positif Peringatan Jepang Terkait Potensi Aksi Terorisme di Tempat Ibadah

Jakarta – Jepang mengeluarkan peringatan potensi ancaman terorisme di Indonesia dan lima negara ASEAN yaitu …