takbir tentara cechnya
takbir tentara cechnya

Belajar dari Pekikan Takbir Tentara Cechnya untuk Rusia : Perjanjian Bernegara adalah Komitmen Beragama

Takbir membahana di tengah pameran 12.000 pasukan Republik Chechnya di hadapan pemimpinnya, Ramzan Kadyrov. Bala tentara yang terdiri dari Angkatan militer dan relawan ini disiapkan untuk membantu Rusia dalam menjalankan agresi ke Ukraina yang telah berlangsung.

Apel pasukan yang di depan istana negara ini sebagai bentuk dukungan negara ini kepada sekutunya, Rusia. Bahkan Ramzan menaehati Presiden Ukraina, Zelensky untuk meminta pengampunan kepada panglima tertinggi, Vladimir Putin. Hal ini penting menurutnya untuk menyelematkan negara dan rakyatnya.

Cechnya merupakan negara federasi Rusia yang mayoritas 95 persen beragama Islam dengan pemimpin karismatiknya. Sebagai bagian dari federasi tentu sangat wajar jika negara ini menawarkan diri untuk membantu negara Rusia. Bukan kali ini saja, operasi Rusia ke Suriah Rusia pernah diikuti bantuan tantara Cechnya. Tentara ini siap siaga menunggu perintah dari Rusia.

Corak Islam yang nampak di Negara ini adalah Islam yang berjalan secara mesra dengan tradisi. Di bidang fikih, masyarakat Cechnya menganut madzhab Syafii. Praktek tasawuf juga banyak ditemukan khususnya khususnya tarekat Qadiriyah, Naqsabandiyah, dan Syadziliyah. Intinya, Chechnya negara dengan nuansa Islam yang sangat kental dan dominan. Pertanyaannya, kenapa mendukung Rusia?

Tentu bukan persoalan kesamaan keagamaan yang menjadi pertimbangan, tetapi persoalan perjanjian dan kesetiaan memegang teguh komitmen perdamaian. Menjaga perjanjian adalah bagian kewajiban dalam agama, khususnya Islam. Tidak mengherankan jika semangat menjaga perjanjian dikumandangkan dengan takbir.

Suka duka Cechnya dalam hubungan dengan Rusia memang teramat pelik dimulai dari era Uni Soviet. Pertentangan, perlawanan hingga perjanjian kesetiaan menghiasi sejarah negara ini. Namun, ketika bersepakat dalam federasi dan perjanjian bernegara, Cechnya tampil sebagai negara masyoritas Muslim yang menghormati perjanjian dalam federasi.

Baca Juga:  Islamisasi Reklamasi: antara Menjaga Lingkungan, Konglomerat, dan Kepentingan Umat

Di sisi lain, Rusia memang memberikan kebebasan kepada Cechnya terkait urusan keagamaan. Bahkan Kadyrov pernah menyebutkan kebijakan Putin yang melindungi kebebasan beragama dan persamaan di federasi Rusia dianggap sebagai mitra terpercaya bagi semua negara muslim. Kebijakan Putin dianggap ramah terhadap umat Islam di Federasi Rusia.

Putin juga mendukung studi Islam tradisional sebagai gagasan melawan ekstremisme dan radikalisme yang berbahaya yang mengatasnamakan agama. Hal ini ditunjukkan dengan adanya universitas Islam terkemuka di Cechnya.

Walhasil, tentu apa yang dilakukan Pemimpin dan Rakyat Cechnya dimaknai sebagai bagian dari komitmen perjanjian untuk hidup bersama dalam federasi. Komitmen itu yang terus dijaga sebagai kewajiban umat beragama.

Itu pula yang perlu kita pelajari bahwa komitmen bernegara dan perjanjian luhur bangsa harus dijaga sebagai bagian dari kewajiban umat beragama. Tidak ada perintah agama yang justru menganjurkan atau menyuruh mengkhianati apalagi merusak perjanjian.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

buya syafii maarif

Mengenang Buya Syafii Maarif : Tokoh Sederhana yang Teguh Memegang Prinsip Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sejatinya, teramat sulit untuk menuliskan judul tentang sosok inspiratif Buya Syafii Maarif. Bukan karena kekurangan …

Buya Syafi'i Ma'arif

Selamat Jalan Guru Bangsa, Selamat Jalan Buya Syafi’i Maarif Sang Teladan Umat

Jakarta – Buya Syafi’i Ma’arif kembali ke Haribaan Allah SWT dalam kesederhanaan, seorang guru bangsa …