IG Bella Hadid
IG Bella Hadid

Bella Hadid: Muslimah Berjilbab Tiap Hari Berjuang Melawan Intimidasi

Washington DC – Intimidasi dan perundungan terhadap muslimah berhijab atau berjilbab di beberapa negara terus terjadi, terutama negara-negara Eropa dan Amerika. Bahkan akhir-akhir ini, kasus Islamofobia itu juga terjadi di India dan Selandia Baru.

Kondisi membuat model top dunia berdarah Palestina, Bella Hadid, prihatin. Keprihatinan itu diungkapkan Hadid melalui akun media sosial Instagram. Ia terus mendukung para muslimah mengenakan jilbab dan menenteng perlakuan rasialis terhadap umat Islam.

Dukungan itu diungkapkan Bella Hadid dengan mengunggah foto wanita Muslimah berwarna-warni yang diambil oleh teman sekaligus fotografer Taqwa Binti Ali. Perempuan berusia 25 tahun ini menyesalkan jilbab yang menjadi perjuangan sehari-hari wanita Muslimah sebagian besar diabaikan.

“Mari kita tetap mengingat perjuangan sehari-hari, pelecehan, dan diskriminasi yang dihadapi perempuan Muslim secara teratur karena iman mereka dan apa yang mereka perjuangkan. Saya telah melihat secara langsung diskriminasi yang dihadapi orang kulit berwarna dan Muslim secara teratur dalam mode. Saya tahu banyak saudara perempuan Muslim saya yang telah menghadapi proyeksi yang tidak adil dari orang lain. Itu bias, prasangka, dan jelas rasialis,” ujarnya di postingannya seperti dikutip dari laman Huffington Post, Sabtu (19/2/2022).

https://www.instagram.com/p/CaGBzSvFqgh/

Seperti diketahui, awal bulan ini, Vogue Prancis dikritik setelah memuji aktris Julia Fox karena mengenakan penutup kepala. Seperti diketahui, negara itu melarang jilbab dalam olahraga, kemudian burqa dan niqab juga dilarang.

Di India, murid-murid sekolah yang mengenakan jilbab dilarang masuksekolah. Kemudian di Selandia Baru, jilbab seorang murid sekolah dirobek oleh rekan-rekan di dalam kelas dan diviralkan melalui media sosial.

Hadid mengakui dia tidak dapat berbicara untuk semua wanita Muslim, tetapi menggarisbawahi Islamofobia dalam bidang mode marak.

Baca Juga:  Kata Haikal Hassan Kasus Jilbab di SMKN 2 Padang Langgar Alquran, Konstitusi, dan Cederai Keberagaman

“Jika melihat semakin banyak apresiasi terhadap jilbab dan pakaian tertutup dalam mode, kita juga harus mengakui siklus pelecehan yang dialami oleh wanita Muslim dari semua etnis berbeda dalam mode secara teratur di rumah mode, di Eropa dan Amerika. Bangunlah Anda teman-teman Muslim. Jika kamu melihat pelecehan, katakan sesuatu,” katanya.

Ia mengunggah foto menampilkan Muslim dari berbagai etnis mengenakan pakaian berwarna-warni. Dan itulah yang membuatnya begitu istimewa. Hadid memutuskan untuk melakukan pemotretan ini karena dirinya tidak pernah melihat gambar wanita Muslim tersenyum dan berwarna-warni.

“Saya membutuhkan begitu banyak untuk membuat gambar-gambar ini,” ujarnya.

“Saya selalu sangat ingin melihat jenis gambar ini dan representasi dari generasi saya, jadi saya tidak ingin menunggu lebih lama untuk itu jatuh dari langit dan membiarkan orang berbicara untuk kita, saya ingin melakukannya sendiri. Oleh kami, untuk kami. Kita pasti bisa melakukan lebih dari ini,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …