ilustrasi islamphobia
ilustrasi islamphobia

Islamophobia Terjadi Lagi di Prancis, Polisi Serang Dua Muslimah Berjilbab di Jalanan

PARIS – Islamophobia masih kerap terjadi di Prancis, persekusi dan pelecehan tidak hanya dilakukan oleh warga namun juga dilakukan oleh petugas Kepolisian setempat. Dua wanita berhijab diserang oleh Polisi yang mengakibatkan trauma dan syok hingga pengacara akan merencanakan pelaporan terhadap polisi tersebut pada Senin (18/4/2022).

Dua orang wanita berhijab diserang pada 14 April di Jembatan Clichy di Utara Paris. Sebuah video yang viral juga menunjukkan mereka ditampar dan dijatuhkan paksa ke tanah oleh polisi.

Pengacara mereka, Nabil Boudi, mengatakan para korban masih syok tetapi tetap bertekad melihat keadilan ditegakkan. “Pengaduan atas kekerasan akan diajukan dalam beberapa hari mendatang,” katanya, dilansir dari The New Arab dan republika.co.id MsuliSelasa (19/4/2022).

Rekaman video, yang dibagikan oleh pengacara tersebut di Twitter menunjukkan seorang wanita berjilbab hitam dengan tangan ditarik ke belakang ditampar dan didorong ke bawah oleh petugas polisi. Ketika seorang wanita kedua dengan jilbab merah muda mencoba membantu, dia juga diserang.

Orang-orang di sekitar saat kejadian itu juga berusaha membantu dan menghentikan polisi. Ini adalah salah satu dari beberapa serangan anti-Muslim di Prancis yang baru-baru ini terekam dalam rekaman video dan dikutuk oleh pengguna media sosial.

Dua siswi muda, salah satunya mengenakan jilbab diserang oleh seorang pria di Montpellier awal bulan ini dalam rekaman yang dibagikan secara online. Pria yang dimaksud akan diadili di pengadilan karena sifat rasialis dari agresi.

Gelombang kekerasan ini telah mempertebal dugaan Islamofobia di negara itu, terutama menjelang pemilihan Prancis antara presiden pejawat Emmanuel Macron dan kandidat sayap kanan Marine le Pen.

Partai Front Nasional pimpinan Le Pen, yang mempersempit jurang pemisah antara mereka dan partai Macron yang berhaluan tengah En Marche di putaran pertama pemungutan suara, telah berjanji menjadikan pelarangan jilbab di tempat-tempat umum sebagai tujuan jangka panjang.

Kebijakan ini merupakan bagian dari sejarah panjang di Prancis dalam mempolitisasi dan mengawasi wanita berhijab. Tahun lalu, Senat Prancis juga mengesahkan undang-undang kontroversial yang melarang gadis di bawah 18 tahun mengenakan jilbab di tempat umum.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Menkopolhukam Mahfud MD berikan kuliah umum di Universitas Ibrahimy Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Situbondo

Waspada Radikalisme, Guru Ngaji Wajib Pegang Teguh Ajaran Agama dan Tak Terpancing Paham Radikal

Sumenep – Guru agama berperan penting dalam mencegah penyebaran radikalisme. Karena itu, guru agama atau …

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

escortescort