Benarkah ISIS Buatan Amerika?

0
1281
ISIS
sumber foto: tribunnews

Ada memang obrolan yang mengatakan ISIS itu buatan Amerika. Namun, sampai detik ini belum ada data dan kadang informasi hoax. Terpenting umat Islam jangan terjerat dengan propaganda ajakan ISIS.


Turut menjadi perbincangan hangat di warung kopi terkait kehebohan pemulangan eks WNI ISIS perihal adanya teori konspirasi. Sambil menyantap gorengan dan kopi, celetukan muncul “ISIS itu buatan Amerika”, jadi kasihan mereka yang menjadi korban. Entah, teori ini muncul dari mana atau sekedar obrolan ringan tanpa data di warung kopi.

Selama ini memang teori konspirasi ISIS buatan Amerika masih terus menggelinding liar di tengah masyarakat. Pernyataan tokoh dan bahkan broadcast di media sosial turut membingungkan. Entah, apa yang ingin dikatakan dari framing ISIS buatan Amerika? Apakah maksudnya ISIS itu dibuat untuk menghancurkan imaje Islam dan memecah belah umat Islam? Anehnya, banyak juga umat Islam yang semangat jihad dan hijrah demi ISIS.

Persis pada tahun 2000-an awal ketika Bom meledak di Bali yang tidak hanya mengguncang pulau dewata, tetapi Indonesia secara umum, muncullah teori konspirasi dan rekayasa. Muncul asumsi bahwa bom itu adalah rekayasa intelijen. Teori lagi muncul bahwa itu bagian dari konspirasi Amerika. Tidak mungkin melihat ledakannya bom itu dibuat oleh sipil. Itu pasti kerjaan militer.

Namun, mereka tersentak ketika mengetahui bom besar itu dirakit dan dilakukan oleh kelompok teroris eks Afganistan yang mendapat pelatihan merakit bom dan militer. Satu persatu pelaku ditangkap dan mereka pun bangga mengakuinya sebagai bentuk jihad. Teori konspirasi pun runtuh dan masyarakat mulai menyadari ada ancaman besar bernama terorisme.

Kembali pada ISIS. Beberapa waktu lalu, Din Syamsuddin membuat pernyataan yang menggelitik bahwa ISIS adalah buatan Amerika. Apakah memang ISIS yang juga diperangi oleh Amerika ini adalah buatan Amerika? Sebenarnya kita harus cerdas membaca fenomena politik global ini.

Baca Juga:  Ini Kata Lily Wahid Terkait Keluarga Anggota ISIS Yang Ingin Pulang

Kemunculan ISIS sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari gejolak politik Timur Tengah yang dikenal dengan Arab Spring. Fenomena ini ditandai dengan tumbangnya rezim diktator di beberapa negara Timur Tengah dan membuat instabilitas dalam negeri. Beberapa negara yang tidak stabil memunculkan kau

ISIS pada mulanya hanyalah cabang dari al-Qaeda. Mereka menyebutnya sebagai al-Qaeda fil Iraq (AQI). Al-Qaeda sebenarnya pada mulanya adalah militant Islam di Afganistan yang didukung oleh Amerika untuk melawan Uni Soviet. Setelah perang Amerika-Soviet usai, kelompok berdiri sendiri dan mendeklarasikan al-Qaeda untuk memperjuangkan tegaknya kepemimpinan Islam secara global dan memerangi Barat sebagai musuh Islam, termasuk Amerika.

Dalam pandangan al-Qaeda, Barat adalah musuh terbesar yang telah menyebabkan umat Islam menderita khususnya di Timur Tengah. Tidak mengherankan jika perlawanan al-Qaeda yang pada awalnya didukung Amerika justru melawan Amerika. Mereka menjadikan Barat sebagai simbol perlawanan. Jika diperhatikan, aksi-aksi al-Qaeda adalah menyasar pada simbol-simbol Barat.

Jika ditarik bahwa fakta al-Qaeda yang pada mulanya dibentuk dan didukung oleh Amerika pada saat perang Afganistan, dan fakta bahwa ISIS pada mulanya adalah cabang al-Qaeda di Irak, sangat wajar jika ada asumsi dan teori konspirasi yang berkembang liar bahwa ISIS bentukan Amerika.

Namun, ISIS buatan Amerika telah banyak dibantah sebagai bentuk Hoax yang disebar pada 2014 di media sosial. Salah satu yang dijadikan justifikasi adalah pernyataan Mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton yang secara terang-terangan mengakui ISIS adalah buatan AS untuk memecahbelah kekuatan Timur Tengah untuk kepentingan negeri Paman Sam tersebut.

Isu ini menggelinding begitu cepat dan konon dinyatakan dalam buku Hillary Clinton” hard Choice”. Faktanya memang belum ditemukan data dan fakta keterkaitan itu. Kemenkominfo pun pernah melansir konten itu sebagai berita hoax. Beberapa situs berita internasional juga tidak pernah memuat laporan itu.

Baca Juga:  Pilihan Jihad untuk Perempuan dan Orang Tua

Pertanyaan besar yang penting dikemukakan adalah bukan apakah ISIS buatan Amerika, tetapi kenapa umat Islam justru mudah terbujuk dengan paham ekstrem dan radikal seperti ISIS? Kalaupun itu buatan Amerika mengapa begitu mudah umat Islam terjerat kata-kata hijrah dan khilafah? Apakah berarti para penggerak khilafah yang sering membuat kontroversi dan menganggu stabilitas dalam negeri itu juga buatan Amerika atau asing?

Tinggalkan Balasan