Jakarta – Vandalisme terjadi di sebuah masjid dan bangunan lain di Jish, sebuah desa kedil di Galilee, di selatan perbatasan Israel dengan Lebanon, Selasa (11/2/2020). Masjid dan bangunan itu dicorat-coret dengan slogan “Kebangkitan Yahudi” dan “Hentikan Asimilasi”.

Polisi setempat mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut. Mereka juga mengecam aksi tersebut dan menyebutnya sebagai aksi kebencian terhadap semua bangsa.

Kepala Dewan Jish, Elias Elias menyampaikan sekitar 150 ban mobil ditusuk. Dia mengatakan aksi ini bukan pertama kali menargetkan desa yang dihuni warga Muslim dan Kristen tersebut. Dia juga mempertanyakan apa reaksi orang-orang jika tempat ibadah yang dirusak bukan masjid.

“Saya hanya bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika hal-hal seperti ini disemprotkan ke sinagog di AS atau Eropa. Seluruh dunia pasti gempar,” katanya, dikutip dari Alaraby, Kamis (13/2).

Kepala Daftar Gabungan yang dipimpin Palestina, Ayman Odeh, mengutuk serangan itu dan menyalahkan retorika Netanyahu karena memicu kebencian semacam itu.

“Selama berminggu-minggu Netanyahu mengirimi pesan “Anda tidak diinginkan”. Hari ini kita melihat hasilnya,” kata Odeh.

Netanyahu dituding menggunakan retorika anti-Palestina menjelang Pemilu Israel yang akan diselenggarakan 2 Maret mendatang. Israel mencatat peningkatan aksi vandalisme terhadap warga Palestina yang tinggal di Israel dalam beberapa bulan terakhir, dan pada bulan Desember, ban 160 mobil ditusuk di Yerusalem timur yang diduduki.

Bulan lalu, polisi Israel memburu pelaku serangan pembakaran terhadap sebuah masjid di Yerusalem timur disertai dengan vandalisme bertuliskan kalimat dalam bahasa Ibrani.