Screen Shot 2021 05 02 at 3.48.44 PM
Screen Shot 2021 05 02 at 3.48.44 PM

Berikut Kisah Dian Sastro Mualaf, Awalnya Anggap Islam Kejam

Jakarta – Perjalanan seseorang mendapatkan hidayah tidaklah sama, banyak diantara mualaf yang mendapatkan hidayah dari hanya mendengarkan lantunan adzan maupun suara merdu orang yang sedang mengaji atau kebaikan-kebaikan yang ditemukan dalam pergaulan.

Artis peran Dian Sastrowardoyo yang telah begitu terkenal karena kepiawaianya dalam memerankan satu tokoh dilayar kaca juga mengalami perjalanan yang tidak mudah menjadi seorang mualaf. Terlebih Dian berasal dari keluarga yang multiagama. Bahkan Dian sempat menganggap Islam merupakan agama yang kejam. Seprti dilansir dari laman haibunda.com Minggu (2/5).

Pemilik nama lengkap Diandra Paramita Sastrowardoyo itu memilih untuk jadi mualaf pada 2002 silam, Bunda. Saat itu Dian masih berusia 22 tahun ketika memeluk Islam.

 Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Dian yang tinggal di lingkungan keluarga non-muslim. Apalagi ia dibesarkan oleh orang tua yang menganut dua kepercayaan berbeda. Mereka diketahui memeluk agama Budha dan Katolik, Bunda.

Rasa penasaran kemudian tumbuh di hati wanita kelahiran Jakarta, 16 Maret 1982 itu. Rasa keingintahuan spiritual Dian mualai muncul ketika dewasa. Bunda dua anak itu bahkan sampai mempelajari berbagai macam agama.

“Bapak saya kan Buddha, saya kayaknya diwarisi oleh dia sehingga kepenasaran spiritual saya jalan. Keingintahuan saya mulai muncul. Saya belajar Buddha, Hindu, Taoisme sampai Katolik dan Kong Hu Cu,” ungkap Dian, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.

Dari semua agama yang dipelajari oleh Dian, bintang film Banyu Biru itu tidak melirik agama Islam. Hal itu dikarenakan Dian merasa takut pada Islam, Bunda.

Namun semua itu berubah ketika Dian bertemu seorang guru spiritual yang memperkenalkannya dengan agama Islam. Dian kemudian merasakan betapa indahnya agama tersebut.

“Saya kira Islam dulu kejam. Tapi saja ketemu guru yang dalam, sampai dia bisa membuka saya bahwa Islam tidak kejam. Intinya justru Islam itu penuh cinta,” ucapnya.

Rasa keingintahuan yang besar membuat Dian mulai mempelajari agama Islam. Ia pun semakin mantap hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf. Dian memeluk Islam pada tahun 2002 silam. Resmi jadi mualaf, Dian Sastrowardoyo rupanya sempat mengalami benturan dari orang-orang di sekitarnya.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Inspirasi dari Masa Lalu, Pemerintah Saudi Sediakan Stasiun Wudhu Baru Bagi Warga Jeddah

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …