Menjelang pelaksanaan pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 hiruk pikuk kontestasi mulai semakin memanas Berbagai komentar diskusi perdebatan hingga usulan syarat pemimpin mulai gencar terdengar di berbagai media Salah satu isu dan wacana yang sempat menjadi ramai diperbincangkan adalah tes baca Qur an bagi calon presiden Sepertinya nuansa politik kali ini lebih banyak menonjolkan nuansa pertarungan politik identitas dari pada ide dan gagasan Banyak sekali keriuhan publik yang dipicu bukan seputar gagasan tetapi isu identitas semisal baca qur an mengimami shalat dan isu keagamaan lainnya Akibatnya masyarakat nantinya hanya tergiring pada isu isu sensitif tetapi bukan isu subtantif Masyarakat harus mulai cerdas dalam membaca situasi saat ini Memilih pemimpin merupakan dalam Islam dan harus dilakukan dengan ijtihad yang penuh hati hati Bukan sekedar persyaratan bisa baca Qur an yang harus menjadi standar pemimpin Bisa baca Qur an itu kewjiban setiap umat Islam dan tidak perlu diperdebatkam Setiap umat Islam wajib menguasai kemahiran baca Qur an karena ibadah dalam Islam seperti shalat berisi baca bacan Qur an Baca juga Tugasmu Berdakwah Bukan Memberi HidayahKemampuan membaca Qur an sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam termasuk juga pemimpin Karena itulah dalam pemilihan pemimpin umat Islam tidak boleh dihebohkan dengan syarat syarat tersebut Masih banyak kriteria yang harus dilihat dari seorang pemimpin dan itu lebih penting untuk diketahui Tidak bisa diragukan dalam Islam pemimpin menjadi sangat penting karena terkait pengelolaan agama dan umat Karena itulah ulama telah menetapkan syarat seorang pemimpin dengan kriteria kriteria yang menekankan dimensi kemampuan keadilan dan kebijaksanaan Karena itulah mari kita lihat pemimpin dalam kebutuhannya untuk mengelola dan mengatur umat dan Negara Pemimpin yang kita harapkan bukan untuk mengelola masjid menjadi qori dan menjadi muaddzin Tentu saja kita sungguh bersyukur apabila pemimpin kita bisa dengan fasih membaca Qur an tetapi bukan itu ukuran umat Islam melihat seorang pemimpin Inilah 7 Syarat Pemimpin menurut ulama SalafPara ulama salah sepakat dengan menetapkan tujuh syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin Salah satu rujukan politik Islam misalnya Imam Al Mawardi dalam kitabnya al ahkam as sulthinyah menjadi banyak referensi dalam melihat kriteria pemimpin Pemimpin setidaknya bisa memiliki syarat sebagai berikut 1 Memiliki kompetensi dan kapasitas yang sempurna yakni seorang muslim merdeka laki laki baligh dan berakal Syarat ini merupakan syarat umum yang harus dipenuhi Tentu saja pengelolaan masyarakat diserahkan kepada mereka yang merdeka berakal dan baligh Inilah secara logis harus dipenuhi Sementara untuk muslim dan laki laki ini syarat penting lainnya di Negara yang mendasarkan konstitusinya pada Islam 2 Al adalah yakni integritas keagaam dan moral untuk mewujudkan keadilan Seorang pemimpin itu harus jujur amanah serta memiliki loyalitas dan kredibilitas untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat 3 Memiliki kapasitas keilmuan dalam mengatur pemerintahan dan masyarakat Inilah yang mesti dilihat selanjutnya sejauhmana pemimpinitu memiliki kemampuan dalam mengatur tata kelola pemerintahan Apalagi Negara seperti Indonesia yang sangat luas harus memiliki kemampuan dan pengalaman yang memadai 4 Memiliki kearifan dan kebijaksanaan dalam mengelola kemashlahatan umum Syarat ini mewajibkan seorang pemimpin yang arif bijaksana dan mudah marah marah dan selalu mengedepankan kebijaksanaan dalam memutuskan masalah bangsa di tengah keragaman bangsa yang cukup tinggi ini pemimpin yang arif dan bijak sangat dibutuhkan 5 Memiliki karakter kepribadian yang kuat tegas berani dalam melindungi Negara Selanjutnya pemimpin harus mempunyai karakter yang tegas dan berani Tegas bukan berarti tidak hanya sekedar bisa marah marah dan bentak bentak Tegas dan berani adalah pemimpin yang berani menanggung resiko untuk menjamin Negara masyarakat dan kedaulatannya dari berbagai ancaman 6 Kapasitas fisik yang memadai Syarat ini menjadi mutlak dipenuhi seperti faktor kesehatan Karena itulah di Indonesia faktor kesehatan dilakukan tes dalam tahap pencalonan 7 Memiliki nasab yang baik Dalam kitab Islam klasik nasab ini disebutkan dengan harus keturunan Quraisy Hikmah dari penetapan syarat ini sebenarnya karena suku Quraisy pada masa itu sangat kuat mendominasi karenanya mudah diterima semua golongan Sejatinya nasab dalam konteks sekarang sebagaimana ulama khalaf menerjemahkan pada syarat mampu diterima oleh masyarakat dan mempunyai track record nasab yang baik seperti pengalaman memimpin dan bersih dari sifat tercela Wal hasil inilah sebenarnya kriteria yang harus diketahui oleh umat Islam dalam memilih pemimpin Dalam suasana panas hiruk pikuk politik seperti saat ini umat Islam harus fokus dengan kriteria yang subtantif seperti yang sudah disepakati oleh ulama tersebut dan menghindari perdebatan lain yang tidak subtantif Semoga Allah selalu melindungi pemimpin calon pemimpin dan Negara ini dari berbagai ancaman yang dapat memecah umat dan merusak persatuan Amin

Tinggalkan Balasan