sapi betina
kurban

Bolehkah Berkurban Sapi Betina?

Narasi kurban harus hewan jantan banyak kita jumpai di masyarakat muslim, dan dipahami sebagai syarat sahnya hewan kurban. Mungkin sekali, sebagian masyarakat yang beranggapan demikian karena para ustad, kiai dan mubaligh sering melontarkan kata-kata untuk berkurban dengan hewan yang paling baik mengingat hal ini adalah persembahan untuk Tuhan.

Benar, berkurban harus dengan hewan ternak kualitas terbaik. Yang terbaik selalu identik dengan jantan. Karena hewan jantan lebih kuat dari betina, bodinya lebih tegap perkasa, menawan, dan seterusnya. Kalau seperti ini yang berlaku, ada bias gender juga dalam konteks hewan kurban. Betina terpinggirkan.

Apakah memang telah terjadi diskriminasi dan marginalisasi terhadap hewan betina dalam ibadah kurban?

Untuk menjawabnya, kita perlu merujuk pada fikih-fikih klasik.

Dalam kitab Bujairimi ‘ala Syarhi al Minhaj (4/290) dijelaskan bahwa ibadah kurban adalah ibadah yang berhubungan dengan hewan ternak seperti sapi, unta, kambing dan lain-lain. Boleh yang jantan dan boleh betina. Bahkan boleh berkurban dengan hewan ternak yang tidak jelas apakah jantan atau betina (banci).

Imam Nawawi dalam kitabnya Al Majmu’Syarh al Muhaddzab menjelaskan tidak jauh berbeda, menurutnya, sah berkurban dengan hewan ternak jantan maupun betina. Ini ijma’ atau konsensus ulama. Namun, mereka beda pandang soal mana yang lebih utama antara jantan dan betina. Menurut pendapat yang shahih, seperti dikatakan oleh imam Syafi’i dan kebanyakan ulama, yang lebih utama adalah hewan jantan. Tapi, imam Syafi’i pada saat yang lain justru berkata, betina lebih baik.

Dengan demikian, tidak ada masalah berkurban menggunakan hewan betina. Walaupun yang lebih utama adalah dengan hewan jantan. Pada intinya, kurban semestinya harus dengan hewan terbaik, hewan yang berkualitas.

Baca Juga:  Kaidah Fikih: Tak Ada Ungkapan yang Sia-Sia

Pada masa Pandemi seperti ini, momentum kurban mesti digalakkan untuk membantu masyarakat yang saat ini banyak mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, pada masa sekarang disamping ibadah kurban, harus memperbanyak sedekah untuk membantu masyarakat miskin yang tak berdaya karena Covid-19 merenggut bukan hanya nyawa, tapi juga menutup kran penghasilan karena ruang pekerjaan yang terbatas.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

surat yasin

Tafsir Yasin Ayat 7 (5): Hidayah adalah Hak Prerogatif Allah

“Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman”. (Yasin:7) Ayat ini, …

shalat tahiyyatul masjid saat khutbah

Bolehkah Shalat Tahiyyatul Masjid Saat Khutbah Berlangsung ?

Di antara shalat sunnah yang sangat dianjurkan adalah shalat sunnah tahiyyatul masjid. Shalat sunnah dua …