warung di bulan ramadan
warung di bulan ramadan

Buka Warung di Bulan Ramadan : Puasa Mencegah Nafsu, Bukan Penghasilan

Sebagaimana menjadi perbincangan di bulan Ramadan haruskah warung, restoran, kafe dan profesi penjual makanan dan minuman tutup selama puasa? Alasan untuk menghormati bulan puasa terkhusus bagi yang menjalankan sebagai landasan utama. Karenanya, dulu ada ormas yang tukang pukul ketika melihat ada warung buka di siang Ramadan. Rasanya tidak arif selalu mengandalkan kekerasan sebagai bentuk nahi munkar. Seolah solusi hanya ada dengan kekerasan.

Kembali pada persoalan warung di siang hari bulan Ramadan, sejatinya persoalan ini adalah bukan sekedar menghormati orang yang berpuasa, tetapi juga menghargai hak orang yang secara syar’i tidak berpuasa. Istilah secara syar’i tidak berpuasa untuk menegaskan individu atau kelompok yang memang tidak wajib puasa. Contohnya, anak kecil, orang sakit, perempuan haid dan nifas atau non muslim.

Tidak ada dalil qathi yang secara eksplisit bisa dijadikan dalil untuk menghukumi buka warung di bulan Ramadan. Persoalan ini adalah murni ijtihad para ulama dengan memeras dalil umum untuk menghasilkan hukum yang bernilai mashlahah. Kemashlahatan itu bersifat umum bukan kemashlahatan personal semata.

Karena persoalan ijtihad, wajar jika ada perdebatan tentang suatu hukum tergantung kondisi, situasi, dan pertimbangan hukum dalam menimbang mashlahah. Di situlah ada, illah, alasan hukum dan argumentasi hukum untuk menuju kemashalahatan. Tergantung pada seberapa besar potensi maslahah akan dicapai dari berlakunya hukum tersebut.

Dalil penutupan warung di bulan Ramadan selain karena alasan menghormati orang yang berpuasa adalah dengan alasan membantu dalam keburukan. Perasan hukum diambil dari beberapa dalil semisal : “Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2). Atau dalam ayat lain : Barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahalanya). Dan barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosanya). Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS An-Nisa’: 85).

Baca Juga:  Juru Dakwah yang (Tak) Berakhlak Karimah

Membuka warung di Bulan Ramadan dianggap sebagai bagian dari menolong dalam keburukan yakni mendorong seseorang untuk tidak puasa. Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1017).

Di sinilah cukup jelas bahwa membuka warung berpotensi mendorong seseorang untuk tidak puasa. Pertanyaannya, apakah membuka warung bertujuan untuk itu? Apakah membuka warung berpotensi semua orang tidak berpuasa atau ada memang orang yang tidak wajib berpuasa yang harus dihargai?

Sebenarnya membuka warung di Bulan Ramadan adalah bagian dari mencari nafkah yang tidak berniat dalam keburukan. Justru bisa jadi niatnya adalah memberi kemudahan bagi orang yang tidak wajib berpuasa seperti musafir, orang sakit, anak kecil dan lainnya. Jika alasan menghargai tentu harus pula ada yang dihargai. Jika alasan membantu keburukan tentu ada niat pula membantu kemanfaatan bagi yang lain.

Karena itulah, sikap arif dengan memberikan izin buka warung di Bulan Ramadan dengan memenuhi standar seperti tidak memperlihatkan makanan sudah cukup bisa diterima nalar. Bukan dengan menutup mata pencaharian orang atau menutup akses dan hak orang yang tidak wajib puasa. Ramadan adalah bulan mencegah nafsu, bukan bulan mencegah pendapatan dan penghasilan seseorang.

Kearifan dalam membuat hukum juga harus diikuti kearifan pelaku hukum. Sebaiknya para penjual makanan juga arif terhadap kondisi Ramadan. Selain tergantung niat, tergantu lokasi yang harus dipertimbangkan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

fa ec a fd ef

Gus Yahya Tegaskan NU Tak Boleh Dieksploitasi oleh Siapapun

Jakarta – Suara kaum nahdliyin sebutan bagi jamaah Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi ajang perebutan …