Allah mengabulkan doa
doa terkabul

Cara Allah Mengabulkan Doa Hambanya

Apakah semua doa hamba kepada Rabbnya akan dikabulkan? Kita harus yakin bahwa doa yang kita panjatkan akan dikabulkan. Ditegaskan oleh Allah bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya yang meminta kepada-Nya.

“Aku akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia memohon kepada-Ku”. (QS. al Baqarah: 186)

Pada ayat yang lain Allah berfirman: “Tuhanmu berkata, “Memohonlah kepada-Ku, nisacaya Kukabulkan permohonanmu”. (Al Ghafur: 60)

Tapi, tentu tidak semua doa dikabulkan. Doa adalah permohonan atau permintaan. Supaya dikabulkan ada beberapa syarat yang harus diperhatikan.

Imam Ahmad bin Muhammad al Shawi al Maliki dalam kitabnya Hasyiyah al Shawi ‘ala Tafsir al Jalalain menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika berdoa. Diantaranya adalah ikhlas, mengikuti petunjuk Rasulullah, yakin Allah akan mengabulkan doanya, dipanjatkan dengan hati yang khusyuk dan penuh pengharapan kepada Allah.

Setelah semua itu terpenuhi maka keputusan terakhir mutlak ada pada Allah Yang Maha Kuasa. Dikabulkan atau tidak semua atas kehendak-Nya. Sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Ahmad al Syafi’i al Bajuri dalam Tuhfah al Murid, bahwa hak mutlak dikabulkan atau tidak doa seorang hamba mutlak ada pada Allah.

Walaupun begitu, selama syarat-syarat berdoa telah dipenuhi maka harus yakin bahwa doa yang dipanjatkan pasti akan diterima oleh Allah. Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Karenanya, besar harapan doa seorang hamba akan diterima.

Cara Allah Mengabulkan Doa

Lanjut Syaikh Ibrahim al Bajuri dalam kitab yang sama, namun perlu diketahui, bahwa Allah punya cara sendiri dalam mengabulkan setiap doa. Ada tiga cara Allah mengabulkan doa seseorang.

Pertama, doa dikabulkan segera sesuai dengan harapan dan permohonan seseorang.

Kedua, tidak segera dikabulkan alias ditunda. Doa yang dipanjatkan seseorang tidak langsung dikabulkan seketika itu pula, namun karena hikmah-hikmah tertentu doa tersebut dikabulkan tapi ditunda.

Ketiga, ada kalanya Allah mengabulkan doa seseorang dengan sesuatu yang berbeda dengan permintaan. Hal ini karena Allah lebih mengetahui kemaslahatan atau manfaat untuk hambanya tersebut. Bentuk yang lain pasti lebih maslahat dari pada apa yang diminta.

Beginilah cara Allah mengabulkan doa seseorang. Ada yang kontan dan persis seperti apa yang diminta, ada yang dikabulkan namun ditunda, dan ada yang dikabulkan tapi dalam bentuk yang berbeda karena lebih bermaslahat bagi orang tersebut.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

jabatan

Fikih Politik (10): Hukum Meraih Jabatan dengan Cara Curang

Demokrasi tidak menjamin suatu kejujuran. Prinsip “Jurdil” atau jujur dan adil dalam sistem demokrasi kita …

fatwa

Fikih Politik (9): Beda Hukum Fatwa Politik dan Fatwa Politis

Tahun 2023 disebut tahun politik. Suhu politik menjadi lebih panas di tahun. Kontestasi politik meningkat …

escortescort