Mesir Pasca kekalahan dari pasukan Irak dan koalisi yang dipimpin oleh Amerika kelompok teroris yang menamakan dirinya sebagai Islamic State Of Iraq and Syiria ISIS hampir semua media internasional baik cetak maupun elektronik memberitakanya sebagai akhir dari perjalanan kelompok teroris tersebut kekalahan yang membuat ISIS angkat kaki dari Irak wilayah yang sempat mereka jadikan pusat kekhilafahan Dikutip dari Al Azhar Observer for Counter Extremism 30 10 salah satu majalah terbitan Amerika Serikat AS Foreign Policy mengungkapkan hampir 98 wilayah wilayah yang sempat dikuasai oleh teroris ISIS kini perlahan mulai kembali dikuasai oleh mayoritas Sunni dan di Irak dan Suriah sebelum mengalami kekalahan ISIS sempat menjadi kelompok teroris yang paling kaya pendapatan ISIS yang didapat dari melakukan aksi perampokan dengan cara tidak berkeprimanusiaan hingga menjual minyak secara ilegal membuat ISIS mampu mengumpulkan pundi pundi uang milyaran dolar Pada tahun 2015 ISIS mampu menghimpun 6 milyar dolar sehingga mampu mengalahkan GDP sebuah negara merdeka pertanyaanya bagaimanakah cara sebuah kelompok teroris mampu menghimpun jutaan dolar hingga menjadikanya kelompok teroris yang paling kaya dalam sejarah Jawabanya adalah ketika ISIS menguasai beberapa wilayah mereka melakukan tiga hal Pertama ISIS mengambil alih ladang minyak dan gas untuk dijual dipasar gelap sehingga mampu menghasilkan 500 juta dolar selama tahun 2015 Kedua ISIS menjalankan aksi perampokan perusahaan perusahaan besar dan menghasilkan 360 juta dolar di tahun 2015 Dan yang ketiga ISIS mengambil uang dari bank bank yang ada di kota Mosul pada 2014 sebanyak 500 juta dolar Namun dengan berbagai rentetan kekalahan yang diderita secara otomatis kelompok teroris ISIS mengalami kerugian baik dari jumlah pasukan loyalis serta sumber pendapatan Untuk mempertahankan eksistensinya kelompok teroris ISIS melakukan teror di pinggir wilayah sungai Firat Kekalahan ISIS sekaligus membuka tabir bahwa sebagian besar uang hasil perampokan dan penjualan minyak dipasar gelap dibawa lari oleh para petingginya diperkirakan jumlahnya mencapai 400 juta dolar Dengan jaringan yang kuat mereka diduga melakukan money loundring melalui berbagai perusahaan yang berada di Turki ISIS juga diduga menukarkan uangnya dengan emas batangan untuk mendukung berbagai aksi teror Hingga sekarang ISIS masih sering melakukan teror diberbagai wilayah penjuru dunia Namun tidak lagi dengan mengusai sebuah wilayah terlebih dahulu ISIS lebih banyak melakukan perampokan dan mencuri artefak artefak berharga yang dijual secara murah untuk terus mendanai serangan teror di berbagai penjuru dunia

Tinggalkan Balasan