Screen Shot 2020 12 04 At 3.22.58 Pm
Screen Shot 2020 12 04 At 3.22.58 Pm

Cegah Konflik, Polisi Gandeng Kominfo Hapus Video Azan Seruan Jihad di Media Sosial

Jakarta – Unggahan video yang mengganti lafal azan dengan ‘hayya alal jihad’ telah membuat masyarakat gaduh, video yang serupa tidak hanya satu namun dalam video lainya sampai ada yang sambil memegang senjata tajam.

Video – video tersebut jika dibiarkan maka akan semakin menggangu ketentraman yang berujung pada konflik antar sesama anak bangsa. Oleh karena itulah Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kementerian Informasi dan Informatika RI guna menghapus seluruh video azan ditambah dengan kalimat “hayya alal jihad” di media sosial

“Kita masih kembangkan apakah ada yang lain, dan kami berkoordinasi dengan Kominfo untuk bisa menurunkan video-video tersebut,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan seperti dikutip dari laman viva.co.id, Jumat, 4 Desember 2020.

Penghapusan video ini dari media sosial untuk mencegah adanya kegaduhan di tengah masyarakat. Pasalnya, apa yang dilakukan penyebar masif video ini, yaitu H, mengandung unsur SARA. Narasi unggahannya memprovokasi. Polisi masih memburu penyebar lain.

“Karena ini mengganggu dan bisa membuat kegaduhan, provokasi yang sifatnya SARA,” katanya.

Sebuah video orang yang mengumandangkan azan di jejaring media sosial YouTube menjadi viral. Azan memang sudah biasa dikumandangkan setiap waktu salat, baik di musala maupun di masjid-masjid yang ada di pelosok negeri ini.

Namun, yang membuat ramai di media sosial karena lafal suara azan ditambah dengan kalimat “hayya alal jihad” oleh muazin tersebut. Dalam sebuah video pendek di laman YouTube yang berjudul ‘Merinding Azan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin Pimpinan Al Habib Bahar Bin Smith‘, Senin, 30 November 2020.

Bagikan Artikel
Baca Juga:  MUI: Peninggalan Rasulullah SAW Hanya Alquran dan As-Sunnah
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar