Sepanjang sejarah, manusia telah mengetahui ketinggian gunung, keindahan bintang dan bulan, kedalaman laut, kekayaan alam, dan luasnya langit meski dengan metode yang masih primitif. Kesimpulannya, mereka meyakini bahwa benda-benda tersebut akan kekal. Namun, al-Qur’an telah memberitakan kepada manusia bahwa alam semesta ini diciptakan dan ada akhirnya (Q.S. al-Mukmin/ 40:59 dan Q.S. al-Hajj/22:7).

Segala yang berawal akan berakhir baik manusia, tumbuhan, hewan, alam semesta, maupun malaikat semuanya akan mati. Hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir. Sementara alam semesta dan segala isinya dari mikroorganisme sampai makhluk yang paling indah bentuknya yaitu manusia, termasuk bintang dan galaksi semuanya akan hancur.

Kapan? Pada hari dan jam yang telah ditentukan oleh sang penciptanya. Hanya Dia yang mengetahuinya. Waktu atau hari tersebut dikenal dengan nama hari kiamat.

Pertanyaan seputar kiamat memang tak pernah henti-hentinya dilontarkan oleh seluruh umat manusia, bahkan tak sedikit pula yang meramalkan kapan peristiwa maha dahsyat itu terjadi. Namun, hingga detik ini tak satupun yang mampu menjawabnya. Bahkan Rasulullah SAW seorang kekasih Allah SWT pun ketika ditanya tentang kapan kiamat itu terjadi, maka Beliaupun menjawab dengan beberapa jawaban.

Di tengah wabah bernama covid-19 yang merambah seluruh negara-negara termasuk Indonesia, ada pula yang berpemahaman dengan mengaitkan antara COVID dengan Dukhan.  Bahkan konon, dukhan itu akan muncul sebagaimana fenomena yang terjadi di pertengahan Ramadhan tahun ini. Masyarakat pun semakin bingung tentang kabar ini.

Di dalam Al-Qur’an Allah SWT memang telah menggambarkan bahwa salah satu tanda datangnya hari Kiamat adalah adanya Dukhan. Dukhan jika dalam bahasa Indonesia adalah ‘asap’. Lantas seperti apakah asap tersebut?.

Dukhan Bagian Tanda Kiamat

Dalam Al Quran dan Hadist telah diterangkan Allah SWT berfirman : Artinya : Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, lenyapkanlah dari Kami azab itu. Sesungguhnya Kami akan beriman”. (QS : Ad-Dukhan 10-12).

Dalam menyikapi ayat ini, para Ulama berbeda pendapat. Ibnu Qutaibah menjelaskan bahwa dukhan yang dimaksud adalah kondisi kelaparan yang dialami masyarakat Quraisy, karena kering yang berkepanjangan. Dan ini terjadi setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Saking keringnya tanah, hingga debu-debu sangat mudah beterbangan ketika ada angin. Dan orang arab menyebut debu beterbagan dengan Dukhan.

Ibnu Mas’ud  Ra menyatakan bahwa Dukhan adalah kekeringan yang menimpa orang quraisy. Ketika orang kafir quraisy tidak mau masuk Islam, Nabi mendoakan keburukan untuk mereka. Beliau berdoa, “Ya Allah, timpakanlah kekeringan kepada mereka, seperti kekeringan di zaman Yusuf.” Lalu mereka mengalami kekeringan, sampai banyak yang meninggal, lalu mereka makan bangkai, tulang. Sementara orang melihat di antara langit dan bumi (udara) seperti asap. (HR. Ahmad  dan Bukhari).

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menyebutkan beberapa riwayat keterangan sahaba di antaranya Ali bin Abi Thalib mengatakan : Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap ini menghembus orang kafir, sampai binasa. (Tafsir Ibn Katsir).

Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat yang mendukung tentang keberadaan Dukhan di masa mendatang, lalu beliau mengatakan : Demikian pendapat masalah dukhan, dari kalangan sahabat, dan tabiin, disertai hadis marfu’, yang shahih, hasan, maupun yang lainnya, yang kami sebutkan, merupakan dalil yang  jelas bahwa Dukhan termasuk tanda kiamat yang masih ditunggu (belum datang), di samping itu sesuai dengan makna teks al-Quran. (Tafsir Ibn Katsir)

Selain itu, Ibnu Katsir mengomentari pendapat pertama, yang disampaikan Ibnu Mas’ud bahwa Dukhan yang beliau ceritakan hanya dilihat orang musyrikin saja, dan itu hakekatnya hanyalah khayalan mereka karena kondisi cuaca panas yang sangat parah, yang mereka alami.

Lalu Kapan Hari Kiamat?

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Anas ibnu Malik. RA berkata, “Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW.’ kapan kiamat tiba?’ Rasulullah SAW diam sebantar, kemudian beliau melihat seorang anak kecil dari suku Azadsyanuah yang ada di hadapannya dan berkata, ‘Bila anak ini diberi umur panjang, ia belum tua ketika terjadi kiamat. ‘Anak itu seumur dan sebaya denganku pada saat itu.”

Maksud kiamat dalam hadis di atas adalah kiamatnya orang yang diajak dialog, yakni kematiannya sebagaimana penafsiran Hisyam di atas Kiamat setiap orang adalah kematiannya. Jawaban Rasulullah SAW semacam ini dikenal dengan nama jawab al- hakim (jawaban orang bijaksana). Beliau memberi petunjuk kepada mereka agar mempersiapkan diri terhadap maut, sebab maut sangat dekat.

Dalam hadis Jibril disebutkan, Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Orang yang ditanya tentangnya tidak lebih tahu daripada orang yang bertanya.” Artinya, Jibril tidak mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi.  Demikian Rasulullah Muhammad SAW, juga tidak mengetahui persisnya kapan hari kiamat akan terjadi.

Dari pemaparan di atas dapat dijadikan suatu kesimpulan bahwa sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui kapan hari itu akan digelar. Hak prerogatif Allah untuk menentukan. Terpenting bagi kita adalah keyakinan bahwa apapun musibah yang menimpa kita adalah bagian dari peringatan yang pernah kita lakukan.

Mempersiapkan Bekal Kiamat, Bukan Memperdebatkan

Terpenting bagi kita sekarang, bukan mendiskusikan apalagi memperdebatkan kapan dan hari kiamat. Itu rahasia Allah yang harus diyakini. Titik! Tanpada bantahan. Hal paling penting adalah nasehat Nabi SAW kepada umatnya bagaimana menyikapi berbagai tanda akan terjadinya kiamat :

  • Tidak menunda-nunda waktu untuk bertaubat

Kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia banyak sekali. Setiap hari, manusia selalu berbuat dosa, baik kecil maupun besar, baik kepada Khaliq (Allah Maha Pencipta) maupun kepada makhlukNya. Dosa dan kesalahan akan berakibat keburukan dan kehinaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat, bila orang itu tidak segera bertaubat kepada Allah.

Allah memerintahkan kita untuk bertaubat, dan perintah ini merupakan perintah wajib yang harus segera dilaksanakan sebelum ajal tiba. Dalam al-Qur’an : Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung (An Nur : 31).

  • Berlomba-lomba dalam kebaikan

Berlomba dalam kebaikan bagi seorang mukmin tentu tujuan utamanya adalah mendapatkan pahala di sisi Allah, mendapatkan ridha dan pertolongan-Nya, serta menjadi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan agama dan bangsanya. Berlomba dalam kebaikan juga memiliki makna agar seorang mukmin memiliki amalan unggulan sebagai bekal menghadap Allah di akhirat kelak.

قَدِيرٌ شَيْءٍ كُلِّ عَلَىٰ اللَّهَ إِنَّ ۚجَمِيعًا اللَّهُ بِكُمُ يَأْتِ تَكُونُوا مَا أَيْنَ ۚالْخَيْرَاتِ فَاسْتَبِقُوا

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  • Menyeru Kebaikan dan Menjauhi Kemungkaran

Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang harus berinteraksi dan bekerja dengan manusia lainnya agar dapat membentuk sistem sosial yang harmonis. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya, supaya dapat saling memberi dan saling mengambil manfaat.

Orang kaya tidak dapat hidup tanpa orang miskin yang menjadi pegawainya, begitu pula orang miskin tidak dapat hidup tanpa orang kaya yang mempekerjakan dan memberi upah padanya, demikianlah seterusnya. Demikian juga yang baik selalu menyeru kepada baikan dan mencegah kemungkaran agar bisa menjadi manusia yang beruntung.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran : 104).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.