dukhan
dukhan

Menyikapi Berita Bohong Tentang Dukhan

Di saat semua elemen mengahadapi Covid-19, muncul statemen dari ustadz yang menakut-nakuti masyarakat dengan adanya dukhan. Hal ini dikait-kaitkan dengan covid-19 atau virus corona yang sedang melanda seluruh dunia.

Ketika penulis berselancar di dunia maya menemukan beberapa Ustadz di youtube  mengutip hadits memprediksi akan adanya dukhan (asap) hasil dari tabrakan meteor dengan bumi pada tanggal 15 Ramadhan tahun 1441 H/2020 M. Info ini sudah tersebar berbagai media sosial baik di youtube, FB, IG ataupun medsos lainnya.

Jika kita searching di media sosial banyak grup-grup komunitas persiapan dukhan. Bahkan demi mempersiapkannya dukhan, terdapat brosur jualan kapling di pegunungan daerah Malang dengan model selamat dari bahaya dukhan. Kelompok ini menganggap dukhan tidak akan sampai dataran tinggi. Benarkah anggap tersebut?

Mempertanyakan Validitas Hadist Dukhan

Hadits yang menjadi sandaran mereka adalah: “akan ada ledakan besar, pada pertengahan malam jumat di bulan Ramadhan, yang membangunkan orang tidur. Maka, masuklah kedalam rumah anda”.

Berdasarkan penelurusan penulis dengan metode tahrij al hadits serta jarh wa ta’dil, kesimpulan hadits tersebut la asasu lahu min as shihah, bal huwa bathil wa kadzab (tidak berdasar, hadits ini salah dan bohong). Di situ terdapat sanad yang bernama Musalamah bin Ali yang terkenal dengan tingkatan haditsnya matruk al hadits (Hadits Matruk). Yaitu hadits yang salah seorang rawinya tertuduh berdusta.

Abu Ahmad Al Hakim mengomentari Musalamah adalah kadzibul hadits (Pembohong hadits, Abu Ahmad bin ‘adi Al Jurjani mengatakan: jami’u ahaditsihi ghoiru mahfudhoh“seluruh hadits-haditsnya tidak terjaga”. “dhoif ‘inda ahli hadits wa qala maratan matruk (Musalamah itu lemah menurut ahli hadits, dan sekali lagi matruk” komentar Abu Bakar Al Baihaqi terhadap Musalamah bin Ali.

Masyarakat jangan mudah percaya terhadap hadits palsu yang disampaikan. Dalam Hadits Nabi:

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka”. (HR. Bukhari & Muslim).


Perlu diketahui, ad dukhon adalah tanda kiamat kubro, dan merupakan tanda paling dekat dengan kiamat. Mereka seakan menakut-nakuti masyarakat akan kejadian ini. Bukankah menerka dan menghubungkan teori yang belum tentu kebenarannya itu tidak usah memaksakan diri diumumkan kemasyarakat, lebih-lebih ada tanggal dan tahun. Bukankah apa yang terjadi yang akan datang itu Allah yang tahu. Jika tidak tahu kepastian, maka ucaplah wallahu a’lam bi showab.

Hal ini penulis penulis teringat ucapan dari sahababat Nabi Ibnu Mas’ud yaitu:

Baca Juga:  Dakwah itu Memperkenalkan Islam dengan Bijak, Bukan Menghakimi

إِنَّ مِنَ الْعِلْمِ أَنْ يَقُوْلَ الرَّجُلُ لِمَا لَا يَعْلَمُ: اللَّهُ أَعْلَمُ

Sesungguhnya termasuk ilmu adalah ketika seseorang berkata tentang sesuatu yang tidak ia ketahui: “Allahu A’lam“.

Melacak Narasi Dukhan dalam Hadist

Hadits tentang dukhan terdapat dalam yang diriwayatkan oleh Muslim. Penulis mengutip dari kitab Risalah ahlussunnah wal jamaah karya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat.

رَوَاهُ مُسْلِمُ فِي صَحِيْحِهِ عَنْ حُذَيْفَة بنِ أُسَيْد اَلْغِفَارِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: اِطَّلَعَ النّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ. فَقَالَ: “مَا تَذَاكَرُونَ؟”، قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: “إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ”. فَذَكَرَ الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلىَّ الله عليه وسلم، وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرَدُ النَّاسَ إِلَىَ مَحْشَرِهِمْ.

Hadits diriwayatkan dari Muslim dari kitab Shahih dari Khudaifah bin Usaid Al Ghiffari r.a.”Nabi Muhammad SAW muncul ketika kami sedang berdiskusi. Beliau bersabda: Apa yang kalian diskusikan? Mereka menjawab, kami sedang mendiskusikan kiamat”. Lalu Nabi bersabda: kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat sepuluh tanda-tandanya. Yaitu keluarnya kabut besar, dajal, dabbah, matahari terbit dari barat, munculnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, terjadi tiga gerhana, gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab, serta munculnya api Yaman yang menggiring manusia ke Padang Mahsyar (HR. Muslim).

Selain tanda kiamat yang sangat terkenal dengan munculnya Dajjal, Ya’juj Ma’juj, Nabi Isa, matahari terbit dari barat, dukhan juga sebagai tanda akan datangnya kiamat. Dukhan dijelaskan oleh Hadrastussyaikh Hasyim Asy’ari:’

Baca Juga:  Perlunya Perspektif “Istitho’ah” dalam Dakwah : Berkaca Dari Kasus Intimidasi Jilbab

أَمَا الدُّخَانُ فَقَدْ ذَكَرَ اَلْعَلَامَة الخَازِن فِي تَفْسِيْرِهِ فَقَالَ: قَالَ حُذَيْفَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يَا َرَسُوْلَ الله مَا الدُّخَانُ؟ فَتَلاَ هَذِهِ الآيَة: “يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ” يَمْلَأُ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، يَمْكُثُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا وَلَيْلَةً. أَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيُصِيْبُهُ مِنْهُ كَهَيْئَةِ الزكام، وَأَمَّا الْكَافِرُ فَهُوَ كَالسَّكْرَان، يَخْرُجُ مِنْ مَنْخَرِيْهِ وَأُذُنَيْهِ وَدُبُرِهِ.

Adapun masalah “dukhan”, al Alamah al Khazin telah menjelaskan dalam tafsirnya riwayat dari Khudzaifah r.a. ia berkata, “Ya Rasulullah apakah dukhan itu ?, Rasul menjawab: “Pada hari ketika langit membawa kabut yang nyata. (QS. Al-Dukhan :10) kabut tesebut akan memenuhi bumi dari barat sampai timur selama 40 hari 40 malam, orang yang beriman akan menderita semacam asma, sedangkan orang kafir seperti orang mabuk. Kabut tersebut akan keluar dari lubang hidung, telinga, dan dubur mereka.”

Melacak Narasi Dukhan dalam al-Qur’an

Terkait Surah Ad Dukhan ayat 10 yang berbunyi:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Tunggulah hadri ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia, inilah siksaan yang sanga pedih”.

Surah Ad Dukhan ini turun sebelum nabi Hijrah ke Madinah. Turun sebelum surah Jatsiyah dan sesudah Az Zukhruf. Penjelasan dalam Tafsir Ibnu Katsir karya Syaikh Ahmad Syakir menjelaskan banyak ulama salaf sudah menyatakan bahwa dukhan sudah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, di antaranya Ibnu Mas’ud, Mujahid, Abi Aliyah, Ibrahim An Nakhai, Adh Dhahhaq dan ‘Atiyah Al Aufa.

Berdasarkan pada kisah ketika kafir Quraisy durhaka kepada Nabi Muhammad SAW maka beliau berdoa agar mereka terkena paceklik (kelaparan) seperti pada masa Nabi Yusuf, lalu mereka melihat ke langit seolah terdapat asap yang menutupi pandangan mereka.

Makna dukhan di sini ada 3 (tiga). Pertama, asap merupakan tanda kiamat besar. Ia akan berada di bumi selama 40 hari 40 malam dan memenuhi apa yang di langit dan bumi. (Syaikh Imam Al Qurtubi, Tafsir Qurtubi; 2009).

Kedua, berdasarkan Tafsir Al Quran Al Aisar, dukhan (asap) itu adalah kelaparan yang mengenai orang-orang Quraisy karena doa Nabi, hingga ada seorang melihat asap di antara langit dan bumi.

Baca Juga:  BerIslam tidak Menghilangkan Identitas Kebangsaan

Ketiga, asap itu saat penaklukan kota Makkah, pada hari itu langit tertutupi oleh debu. Dan juga dijelaskan dukhan adalah debu-debu yang berterbangan akibat kuda-kuda berlarian dalam perang badar, di mana tidak kurang 70 orang tokoh musyrikin meninggal dan Islam meraih kemenangan. Keterangan sangat jelas di tulis dalam Tafsir Al Misbah Volume 13 oleh Habib Quraysh Syihab.

Menyikapi Dukhan dan Isu Kiamat Sudah Dekat

Bagi seorang mukmin, kiamat pasti akan terjadi, karena bagian dari rukun Iman ke-lima. Namun, masalah waktu kapan akan terjadi, tidak ada yang tahu kecuali Allah ‘azza wajalla. Di dalam kitab hadits Arba’in diceritkana ketika Rasululllah tiba-tiba didatangi malaikat dalam wujud seorang laki-laki yang memakai baju putih dan berambut sangat hitam kemudian duduk dihadapan Nabi.

Salah satu pertanyaan dari laki-laki tersebut “Beritahukan kepada saya tentang kiamat?” Nabi menjawab:”Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”. “Kalau begitu apa tanda-tandanya?: “ jika seorang hamba melahirkan tuannya, dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan gembala domba, berlomba-lomna meninggikan bangunannya.”

Dalam hadits ini, Nabi utusan Allah saja tidak tahu kapan terjadinya kiamat, apalagi umatnya yang masih punya bergelimang dosa. Kenapa terjadinya kiamat disembunyikan oleh Allah? Tidak lain agar manusia berusaha selalu berbuat baik fastabiqul khoirot.

Kita harus menyikapi dengan bijak terkait hal ini, karena mengingatkan diri kita akan kiamat itu pasti terjadi. Namun jangan sampai menjudge akan terjadi pada tanggal sekian tahun sekian. Hanya Allah yang Maha Tahu. Dengan mengingat akan kiamat, kita dituntut untuk selalu bertaubat kepada Allah, lebih-lebih dibulan penuh ampunan Ramadhan ini. Sisa umur ini selalu untuk beribadah dan taqorrub ilallah.

Bukankah nabi mengajarkan bekerjalah pada duniamu seakan engkau hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan engkau meninggal esok hari.  Dengan mengisi hati dan pikiran hidup optimis dan selalu menatap masa depan dengan cerah niscaya hidup ini penuh kedamaian dan barokah.

Bagikan Artikel ini:

About Yoyok Amirudin

Penulis adalah Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang

Check Also

damai di tengah perbedaan

Damai di Tengah Perbedaan

“Tuhan menciptakan kalian laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa, bersuku-suku supaya kalian saling mengenal…” (Q.S. Al Hujurat: …

self management

Self Management: Cara Islami Menghadapi Masalah

Cobalah anda melihat bagaimana teman anda membahagiakan dirinya ketika dalam kesusahan. Ada yang pergi ke …