WhatsApp Image 2020 04 16 at 11.33.44
WhatsApp Image 2020 04 16 at 11.33.44

Tata Cara dan Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Pentingnya Niat

Para ulama’ sepakat bahwa niat merupakan sebuah kewajiban dalam setiap ibadah apapun. Bahwa di antara mereka ada yang mengkategorikan niat sebagai rukun, sebagian yang lain mejadikannya syarat, itu persoalan khilafiyah.

Demikian juga halnya dengan ibadah puasa Ramadhan, niat menjadi unsur dan elemen penting untuk menentukan sah dan tidaknya ibadah puasa. Penting untuk diketahui dalam ibadah puasa terdapat dua unsur yang harus ada: menahan diri (imsak) dan berniat.

Unsur pertama adalah menahan diri dari keinginan makan, minum, dan berhubungan seksual sepanjang hari, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Sedangkan unsur kedua adalah niat. Niat menjadi penentu sah dan tidaknya amal ibadah.

Niat juga menjadi penentu arah dan tujuan suatu perbuatan sebagaimana hadis yang sudah masyhur dan shahih, riwayat Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dan yang lain berikut ini:

إِنَّمَا اْلأعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang (akan mendapatkan balasan) sesuai apa yang diniatkannya”.

Fungsi niat di antaranya adalah untuk membedakan antara perbuatan ibadah dengan adat dan kebiasaan yang umum lainnya. Misalnya, banyak orang yang menahan untuk tidak makan, minum, dan semacamnya sepanjang hari dengan tujuan diet atau kesehatan tubuh.

Lalu kapan waktunya niat puasa?

Menurut Jumhur yang terdiri dari pendapat Umar bin Khatthab,  Abdillah bin Umar, Imam Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq niat harus dilakukan di malam hari (tabyit), jika tidak tabyit, maka puasanya tidak sah. Namun menurut Hanafiyah boleh dilakukan siang hari sebelum masuk waktu Zuhur seperti puasa sunnah.

Bagi yang berpendapat harus tabyit niat puasa dapat dilakukan sejak terbenam matahari hingga terbit fajar, baik di awal malam, di pertengahan, atau di akhir. Artinya, seandainya seseorang berniat di awal malam lalu tidur atau makan dan minum, maka tidak perlu lagi memperbaharui niatnya sebelum terbit fajar.

Baca Juga:  Orang Beriman Selalu Menjaga Kesepakatan Berbangsa Bernama Pancasila

Lalu apakah niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap malam?

Menurut Imam Syafi’i niat wajib dilakukan setiap malam, karena puasa setiap harinya merupakan ibadah yang independent yang tidak menggugurkan kewajiban puasa hari perhari dan tak terkait dengan hari-hari yang lain. Sedangkan menurut Imam Malik puasa Ramadhan merupakan satu kesatuan, meskipun terbagi ke dalam hari perhari, sehingga cukup berniat di awal bulan saja tanpa harus memperbaharui niat setiap malam. 

Bagaimana Bacaan Niat Puasa Ramadhan?

Tempat niat adalah dalam hati dan tidak disyaratkan untuk mengucapkan melalui lisan. Namun menurut Jumhur ulama’selain Malikiyah disunnahkan mengucapkan niat di lisan dengan tujuan membantu hati untuk konsentrasi.

Oleh karena itu, jika hati berniat dan lisan berucap, maka berarti melaksanakan yang paling sempurna menurut Jumhur. Jika lisan berucap, tetapi hati tak berniat, maka dianggap tidak sah niatnya. Sebaliknya, jika hati berniat, namun lisan tak berucap, maka niat tetap sah.

Inilah niat puasa menurut Imam Malik:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّه هذِهِ السَّنَةَ للهِ تَعَالى

Saya niat berpuasa satu bulan Ramadhan penuh, di tahun ini karena Allah”.

Inilah niat puasa menurut Imam Syafi’i:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍعَنْ أَدَاءِفَرْضِ شَهْرِ رَمَضَان هذِهِ السَّنَة للهِ تَعَالى

Saya niat berpuasa esok hari untuk melaksanakan fardu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah”.

Untuk mengantisipasi terjadinya lupa berniat setiap malam, maka di awal bulan Ramadhan kaum muslimin dapat menggunakan niat puasa satu bulan penuh sebagaimana pendapat Imam Malik agar puasa menjadi aman dan tetap sah.[] 

Bagikan Artikel ini:

About Mawaddah Ni'mah

Avatar of Mawaddah Ni'mah

Check Also

syekh ali jaber

Kesaksian Syekh Ali Jaber tentang Nikmatnya Dakwah dan Cinta Indonesia

Kabar duka menyelemuti umat Islam Indonesia dengan wafatnya seorang da’i yang luhur dan santun dalam …

Pemerintah resmi larang FPI

Kembali Membubarkan Ormas Islam, Pemerintah Anti Islam ?

Setelah dulu Pemerintah melarang keberadaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) muncul seolah-olah Islam telah didzalimi di …