self management
sedih

Self Management: Cara Islami Menghadapi Masalah

Cobalah anda melihat bagaimana teman anda membahagiakan dirinya ketika dalam kesusahan. Ada yang pergi ke warung kopi, sekedar menyendiri menyatukan pikiran serta menikmati kopi tanpa ditemani seorang temanpu. Teman yang lain, datang ke karaoke bersama teman teriak-teriak dan melantunkan suara yang serak-serak basah. Melupakan pikiran yang menghantui setiap harinya. Ada juga yang menghabiskan malamnya bertadarus dan mencurhatkan semua permasalahan kepada sang Pencipta. Bahkan, air mata menetes di atas pipi yang tidak pernah menetaskan sebelumnya karena masalah dirinya.

Itulah gambaran beberapa sikap orang di saat sedang galau, banyak masalah, penat, banyak tekanan dari atasan. Target kantor tidak kelar, belum lagi ditambah hutang menumpuk, penjualan tidak sesuai target. Dan masalah lainnya yang menyebabkan kepala terasa cenut dan cenut. Di saat seperti inilah dibutuhkan self-management (manajemen diri) dalam mengelola sebuah permasalahan. Menyelesaikannya atau lari darinya. Berat memang pilihannya. Menyelesaikannya, sudah berusaha sampai titik darah penghabisan bahasanya, namun belum juga selesai. Lari darinya, malah menambah tumpukan masalah dalam hidup dan sulit untuk dibuang jauh.

Tenang, anda tidak sendiri menghadapi cobaan hidup ini. Betapa banyak hidupnya tidak sebaik anda, tidak semujur anda, tidak semulus anda. Ada beberapa tehnik dalam menghadapi segala masalah yang ada di dunia ini:

Pertama, Ketenangan. Datangkan sikap ini dimanapun anda berada, sekalipun musuh memegang pedang sedang di hadapan anda. Lihat bagaimana ketenangan kiper Islandia Hannes Halldorsson menahan tendangan penalti Messi. Lihatlah bagaimana ketenangan Rossi menyalip Marques di tikungan terakhir. Lihatlah ketenangan Toprak pembalap WSBK walaupun finish di urutan ke 4 di Mandalika, ia tetap bahagia.

Tentu ketenangan disini, disertai dengan kecerdikan yang luar biasa. Tidak hanya tenang, lantas tidak mau bergerak. Beda mas, harus tenang dengan disertai fikiran yang matang untuk bergerak berikutnya. Tenang dan diam tidak menghasilkan keberhasilan. Tenang dan melamun juga menjauhkan dari penyelesaian masalah. Tenang dan menyiapkan strategi untuk berikutnya secara matang adalah sikap yang harus dimiliki.

Baca Juga:  Sunnah Membuat Mihrab atau Tempat Khusus Ibadah di Rumah

Kedua, hindari sikap bersedih. La Tahzan innallaha ma’ana jika memakai dalil. Atau menggunakan pepatah arab yang berbunyi:

الـحُزْنُ يُسَبِّبُ ظَلَامًا فِي القَلْبِ أَكْثَرُ مِنْ أَيِّ خَطِيْئَةٍ

Kesedihan menyebabkan kegelapan di dalam hati lebih banyak dari dosa apa pun. Apa efeknya? jika hati sudah gelap, tidak diterangi cahaya kesabaran, cahaya kebaikan, cahaya sikap Nabi Muhammad SAW, maka pikiran jelek siap menghantui otak. Mulai dari ingin melampiaskan dengan minuman keras, melampiaskan ke diskotik, melampiaskan ke karaoke, melampiakan maksiat lainnya. Oleh karenanya, buang jauh-jauh kesedihan dalam kamus hidup anda. Sedih boleh, tapi jangan sampai berlebihan. Sebagaimana Nabi Muhammad meneteskan air mata kehilangan anaknya yang bernama Ibrahim.

Ketiga, Ingat selalu pada Tuhan. Percayalah yang membuat segala kehidupan ini adalah Tuhan Yang Maha Esa. Percaya dan yakin kalau Tuhan akan membebaskanmu dari masalah yang menimpamu. Tidak ada yang bisa keluar dari keruwetan hidup kecuali Dia. Doktrin ini harus dimantabkan dalam hati. Masalah banyak bukan lari dari-Nya. Justru dekati Dia, curhati Dia, ajak Dia komunikasi di malam hari.


لَا تُخْبِرُهُمْ أَيَّ حُزْنٍ أَبْكَاك، وَإِنْ سَأَلُوْاك فَقُلْ لَهُمْ: إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوْر

Jangan beritahu mereka kesedihan apapun yang membuatmu menangis, jika mereka bertanya maka katakan: “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati”

Cukup Allah yang tahu permasalahan yang benar-benar membuatmu menjadi pemalu, tidak mau muncul kepermukaan, malu karena gagal dalam berbuat, dan membuatmu bingung mau berbuat apa.

Keempat, Bergaulah bersama orang baik. Masalah yang besar dan anda sendiri, syetan dan bala tentaranya akan datang dengan menjelma menjadi bisikan. Jika kuat anda luar biasa, tapi jika bujukan bisikan itu merasuk kedalam otak. Jangan harap kemenangan ada di tangan anda. Syetan dan bersama para jajaran kepengurusannya tertawa terbahak-bahak sambil memegang gelas kecil dan mengatakan “untuk sebuah kemenangan ciss…”. Jika ingin terhindari dari itu, kumpulilah orang-orang yang mencintai Nabimu, kumpulilah orang yang selalu membaca kitabmu, kumpulillah orang yang selalu mendekatkan dirimu kepada Allah, kumpulillah orang yang sifatnya meniru Nabi Muhammad SAW, dan jangan berkumpul pada orang yang membuatmu jaruh dari Tuhan.

Gus Dur selalu mengingatkan kepada kita semua akan petuah bijak dari Sang maesto bijak bestari yaitu Syech Athailllah al Askandari dalam kitabnya Hikam “La tashab man la yunhidluka haluhu, wa la yadulluka ‘ala-l-Lahi maqaluhu(Janganlah engkau dekati orang yang tindakannya tidak mendekatkan diri kepada Allah, dan perkataannya tidak menyebabkan anda dekat kepada Allah).

Sikap melatih manajemen diri harus dilatih sedini mungkin, agar kelak terbiasa muncul dengan sendiri. Dan itu menjadi karakter anda, karakter itu dilakukan tanpa berfikir dan muncul dengan seketika. Karena sudah menjadi kebiasaan setiap harinya. Hidup tidak pernah terlepad dari masalah, mencobalah dari yang terkecil dengan menerapkan manajemen diri di atas. Insyallah, hidup akan menjadi nikmat.

Bagikan Artikel ini:

About Yoyok Amirudin

Penulis adalah Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang

Check Also

memelihara anjing

Menyayangi Anjing sebagai Sunnah Nabi

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 13 Februari 2021 di Youtube. Seorang Ustadz bernama …

demo anarkis

Anarkisme bukan Ajaran Islam dan Budaya Muslim

bagaimanakah Islam memandang aksi kekerasan yang dilakukan selama demonstrasi berlangsung.