anak anak palestina belajar membaca alquran di rumah setelah masjid masjid 200506152307 829
anak anak palestina belajar membaca alquran di rumah setelah masjid masjid 200506152307 829

Covid- 19 Masih Mengintai, Ratusan Ribu Anak Gaza Kembali ke Sekolah

GAZA – Penyebaran pandemi Covid- 19 telah memberikan dampak yang sangat luas, terutama persoalan pendidikan, beberapa negara telah menerapkan kebijakan sekolah melalui daring. Tetapi tidak semua negara menerapkan sistem daring, bahkan telah ada yang membuka sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menahan laju penyebaran Covid- 19.

Pemerintahan Palestina termasuk negara yang juga terkena dampak pandemi Covid- 19 dan telah menangguhkan sekolah selama hampir 5 bulan bahkan Presiden Mahmod Abbas telah memperpanjang keadaan darurat selama 30 hari kedepan, namun sekolah-sekolah telah diizinkan untuk dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan sesaui dengan standar keamanan.

Ribuan anak-anak Gaza telah kembali ke sekolah, namun jumlah mereka akan dibatasi. Wakil Menteri Pendidikan di daerah kantong yang diperintah Hamas, Ziyad Thabit, menyampaikan, para siswa akan mengikuti pembelajaran dengan kurikulum perbaikan selama Agustus ini. Kelas yang digunakan untuk belajar dibatasi yaitu hanya empat kelas sehari.

“Kementerian sudah menyiapkan rencana berdasarkan berbagai skenario untuk menghadapi tahun ajaran,” ujar Thabit sebagaimana dilansir dari Gulf Times dan dikutip dari laman republika.co.id, Ahad (9/8).

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina, UNRWA, yang memberikan pendidikan kepada ratusan ribu anak di Gaza, mengatakan, ada lebih dari 285 ribu siswa yang telah kembali ke 277 sekolah. Mereka mengklaim telah menerapkan langkah pencegahan Covid-19.

Misalnya, dengan menyediakan semua bahan yang diperlukan untuk membersihkan sekolah dan melatih para staf sekolah soal bagaimana cara menggunakan bahan sanitasi secara efektif. Selain itu, saat waktu istirahat, para siswa akan tetap di dalam kelas.

Hal itu untuk menghindari terlalu banyak siswa berkumpul atau berkerumun di satu tempat pada satu waktu yang bersamaan. “Langkah-langkah tersebut akan ditinjau sekali dalam sepekan dan akan diperbaiki sesuai kebutuhan,” demikian pernyataan UNRWA.

Baca Juga:  Masjid Al Noor Christchurch Kembali Dapat Ancaman Islamofobia

Di sisi lain, Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali memperpanjang keadaan darurat selama 30 hari untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona. Namun, pada saat yang bersamaan, Pemerintah Palestina mengumumkan pelonggaran pembatasan wilayah di negaranya. Juru bicara pemerintah, Ibrahim Milhem mengumumkan, komite tindak lanjut harian, termasuk semua kementerian dan badan keamanan akan bertugas memerangi wabah pandemi di bidang yang ditugaskan pada mereka. Tim akan melakukan inspeksi lapangan dan mengawasi operasi melalui komite khusus.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

The Three Faced Terrorist

Selandia Baru Larang Film Dokumenter Gunakan Cuplikan Serangan Masjid di Christchurch

Wellington – Pemerintah Selandia Baru melarang Bagian kedua dari film dokumenter “The Three Faced Terrorist” …

Habib Luthfi bin Yahya

Habib Luthfi: Indonesia Mereka Bukan Hadiah, Tapi Perjuangan Berdarah-darah

Jakarta – Habib Luthfi bin Yahya kembali mengingatkan generasi penerus untuk  lebih mencintai Ibu Pertiwi …