Dakwah dengan Pendekatan Rahmat, Bukan Laknat

Islam berasal dari kalimat aslama yang berarti damai Islam diturunkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam Jika dikaitkan dengan historis kedatangannya di nusantara dalam penyebarannya tidak ditemukan konfrontasi antara Islam dengan penduduk setempat maupun pemeluk agama sebelumnya Islam dilihat dari catatan sejarah pertama kali masuk melalui pantai Aceh Samudra Pasai yang dibawa oleh para pedagang dari berbagai penjuru terutama dari daerah Gujarat Salah satu penyebab masuknya islam ke nusantara secara damai dikarenakan kepiawaian para juru dakwah waktu itu yang memilih cara damai sehingga terjadi akulturasi antara nilai nilai Islam dengan budaya setempat Dalam penggunaan budaya dapat ditemukan para juru dakwah menggunakan cerita pewayangan yang kemudian disadur dalam cerita cerita Islam sehingga masyarakat lambat laun masuk ke dalam Islam secara sadar tanpa ada keterpaksaan Baca juga Metode Dakwah Sunan Gunung Djati dalam Proses Islamisasi Selain penggunaan elemen kebudayaan para pembawa panji panji Islam juga menggunakan elemen ekonomi Para saudagar yang berdagang di nusantara sangat menjaga kejujuran serta akhlak yang tinggi sehingga para penduduk setempat bersimpati Setelah pengaruhnya cukup kokoh barulah kemudian masuk melalui politik dengan mendirikan kerajaan Islam seperti kerajaan Pasai kerajaan Demak Mataram dan Pajang Setelah mengalami pergulatan yang cukup lama akhirnya kerajaan kerajaan Islam tersebut runtuh seiring dengan berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari internal maupun eksternal kerajaan terlebih ketika para penjajah datang dengan politik devide et empera politik adu domba Pesan yang ingin disampaikan adalah Islam mulai masuk ke nusantara tidak pernah menyebarkan paham paham kekerasan terlebih menggunakan teror atas nama agama Maka para juru dakwah awal di nusantara sudah memegang prinsip Islam wasatiyah dan bersikap moderat dalam menyebarkan agama Islam Sesuai dengan perintah Allah dalam surah al anbiya ayat 107 Dan tiadalah kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam QS Al anbiya 107 Dalam sebuah haist nabi bersabda Sesungguhnya aku tidaklah diutus sebagai tukang laknat tetapi sebagai rahmat HR Muslim No 4704 Baca juga 12 Langkah Dakwah Moderasi Maka dengan demikian akidah Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi pegangan muslim di nusantara sangatlah menjunjung etika dan ahlak yang diajarkan oleh rasulullah dalam berdakwah Namun demikian terdapat sebagaian kelompok yang saat ini di nusantara menyebarkan paham paham ekstrem Mereka membawa ideologi kekerasan yang berbuah pada terorisme dan anti keragaman Sikap ini selain merugikan Islam sendiri sikap fanatisme dan dogmatisme yang cenderung ekslusif tersebut secara eksplisit telah mengingkari nilai nilai Islam itu sendiri Dalam sebuah hadist rasulullah bersabda Seorang muslim itu adalah orang yang orang orang muslim lainya aman dari kejahatan lisan dan tanganya HR Bukhari Akhirnya perilaku kekerasan atas nama agama wajib untuk dihindari karena tidak berkesesuaian dengan Islam Keragaman yang terdapat di nusantara atau Indonesia merupakan sebuah kesepakatan yang bersifat final dan mengikat yang dibangun berdasarkan kesepakatan yang disebut mitsaqun ghaliza Perjanjian agung di antara para pendiri bangsa dan ulama Semakin menjadi jelaslah tanggungjawab penerus bangsa terutama umat muslim untuk menjaga persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia yang berdasarkan ideologi Pancasila

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Para Pemudik yang Ditemani Malaikat

About Islam Kaffah

Check Also

duduk di kuburan

Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?

Meskipun arus puritanisasi  mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …

shalat ghaib korban bencana

Shalat Ghaib untuk Korban Bencana

Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …