Dalil Keutamaan Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban

0
1307
puasa di bulan sya'ban

Inilah dalil keutamaan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Perbanyaklah puasa sunnah di bulan ini sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah


Bulan Sya’ban adalah salah satu bulan mulia di dalam Islam. Karena itulah, memuliakan bulan ini dengan ibadah yang mulia merupakan bagian dari teladan yang dilakukan Rasulullah.

Di antara amalan yang utama di bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah. Hal ini berdasarkan pada hadis Nabi. Dari Usamah bin Zaid, berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban”.

Nabi menjawab:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR An Nasa’i).

Ibnu Rajab ketika menjelaskan makna hadis ini menjelaskan, Rasulullah menganjurkan melakukan amalan ketaatan di bulan Sya’ban karena manusia banyak melupakannya. Mereka lupa bahwa amalan-amalan tersebut sangat dicintai oleh Allah.”

Untuk lebih menguatkan penjelasan tentang keutamaan puasa di bulan Sya’ban, ada hadis dari ‘Aisyah, mengatakan,

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Artinya: “Aku pun tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Pada hadits lainnya ‘Aisyah mengatakan:

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya: “Nabi tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Di dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif disebutkan, memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban selain ibadah yang sangat mulia, juga sebagai latihan menyambut bulan Ramadhan. Karena jika sudah terbiasa melakukan puasa di bulan Sya’ban tentu ketika puasa wajib di bulan Ramadhan akan terasa lebih ringan.