Aukland Seorang pensiunan berusia 95 tahun John Sato harus empat kali ganti bus untuk menghadiri acara solidaritas dan dukungan bagi komunitas Muslim setelah serangan teroris Christchurch Warga Selandia Baru keturunan Jepang itu merasa berkewajiban hadir meski usianya sudah uzur Saya selalu terjaga di tengah malam dan tidak bisa tidur nyenyak sejak peristiwa itu Saya pikir itu menyedihkan Anda dapat merasakan penderitaan orang lain kata John Sato kepada Radio Selandia Baru Ini adalah sebuah tragedi Namun di sisi lain tragedi ini telah menyatukan orang Kami tiba tiba menyadari bahwa kita semua adalah satu Kami saling peduli Baca juga Doa dan Air Mata Iringi Perkabungan Nasional Korban Teror Penembakan ChristchurchTeroris Brenton Harrison Tarrant membunuh 50 jamaah Muslim dalam serangan hari Jumat 15 Maret lalu di masjid Al Noor dan Linwood Sato adalah veteran prajurit Kiwi Jepang di tentara Selandia Baru selama Perang Dunia Kedua Setelah teror itu ia mengaku mengunjungi sebuah masjid di dekat rumahnya untuk menunjukkan dukungan Akhir pekan ini ia meninggalkan rumahnya di Hardwicke dan naik bus ke sebuah masjid di Pakuranga Di sana ia melihat banyak pesan duka cita dan bunga untuk menghormati para korban Saat itulah ia memutuskan untuk naik bus lagi untuk bergabung mengikuti acara solidaritas di Auckland
Check Also
Saat Ziarah, Bolehkah Duduk di Kuburan?
Meskipun arus puritanisasi mengklaim ziarah kubur adalah ritual bid’ah, tapi tidak banyak muslim nusantara yang …
Shalat Ghaib untuk Korban Bencana
Pada tanggal 4 Desember 2021 telah terjadi peningkatan aktifitas vulkanik di gunung semeru. Hal itu …
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah