Washington Para aktivias Uighur melakukan demo di depan Gedung Putih Washington DC Senin 12 11 2018 waktu setempat Mereka menuntut agar pemerintah China menghentikan penganiayaan terhadap minoritas muslim di Turkestan Timur yang dulunya terdiri dua republik tapi sekarang menjadi bagian wilayah China Demo itu digelar bertepatan dengan tanggal ulang tahun dua republik tersebut yang ke 74 dan ke 85 Demo itu digelar oleh Gerakan Kebangkitan Nasional Turkistan Timur Salah satunya Rebiya Kadeer salah satu aktivis Uighur di pengasingan yang paling terkenal di dunia dan mantan presiden Kongres Uighur Dunia Para pendemo membawa bendera kemerdekaan Amerika Serikat dan Turkestan Timur dengan meminta AS menekan China agar menghentikan penganiayaan terhadap minoritas Muslim Pelecahan dan penganiayaan terhadap minoritas Uighur itu sudah ada lebih dari satu dekade Bahkan tahun lalu dunia internasional menemukan bukti penganiayaan kelompok minoritas yang berbahasa Turki itu Baca juga Islamic Center di Amerika Galang Dana untuk Korban Bencana di IndonesiaPBB pun telah mengkritik China karena menahan sekitar satu juta Muslim di kamp kamp interniran di mana mereka tunduk pada indoktrinasi politik dan budaya Dalam laporannya dikatakan sekitar dua juta orang telah melewati kamp kamp di beberapa titik China juga dituduh memaksa etnis Uighur untuk keluar dari Islam dan menanggalkan kebudayaan yang membuat mereka bereda dari mayoritas etnis Han di negara itu Pihak berwenang China telah melarang mereka untuk puasa Ramadhan serta kelas kelas membaca Al Quran untuk anak anak muda Warga Amerika Uighur Aydin Anwar mengatakan bahwa China berusaha untuk menghapus identitas Uighur Cina telah menempatkan setidaknya tiga juta orang di kamp kamp konsentrasi katanya seperti dikutip dari Al Jazeera Rabu 14 11 2018 Di kamp kamp ini mereka dipaksa untuk meninggalkan Islam mengadopsi atheisme dan berjanji setia kepada negara China imbuhnya Anwar mengatakan semua yang hadir dalam aksi demonstrasi tersebut setidaknya memiliki satu kerabat yang ditahan di kamp Suami bibiku punya lebih dari 70 kerabat di kamp dan penjara dan salah satu dari mereka benar benar terbunuh dengan suntikan mematikan di kamp kamp ujar Anwar dikutip dari sindonews com Bahkan di luar kehidupan kamp kamp ini tidak lebih baik Mempraktikkan Islam benar benar dilarang berdoa berpuasa memakai janggut memakai jilbab bahkan menamai bayi Anda dengan nama Islam tukasnya Saat ditanya masalah ini seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Washington mengarahkan Al Jazeera untuk melihat wawancara media negara China dengan Shohrat Zakir ketua pemerintah Xinjiang Dalam artikel itu Zakir berusaha menempatkan perlakuan China terhadap orang orang Uighur sejalan dengan Perang Melawan Terorisme internasional yang lebih luas Dia menggambarkan kamp kamp interniran itu sebagai lembaga pelatihan kejuruan yang bertujuan mempelajari bahasa umum negara itu pengetahuan hukum keterampilan kejuruan bersama dengan pendidikan de ekstremasi sebagai konten utama dengan meraih pekerjaan sebagai arah utama Permasalahan Uighur mendapat dukungan dari pejabat senior AS Wakil Presiden Mike Pence mengecam China atas pelanggarannya terhadap Muslim dan minoritas lainnya seperti yang dilakukan Nikki Haley mantan duta besar AS untuk PBB Senator Republik Marco Rubio juga melobi Departemen Luar Negeri AS untuk mengambil tindakan terhadap China atas pelanggarannya terhadap orang orang Uighur dan menggambarkan perilaku Beijing sebagai perilaku sakit Para demonstran menilai sejumlah negara enggan bersuara karena dampak ekonomi China yang ekspansif Mereka juga menyimpan kemarahan terhadap negara negara Muslim karena responsnya masih malu malu terhadapa laporan penindasan China terhadap etnis Uighur Mereka disiksa secara ironis karena terlalu Muslim oleh China sementara dunia Muslim tampaknya tidak melihat mereka sebagai Muslim yang cukup untuk diperjuangkan kata Cendekiawan Muslim Amerika Omar Suleiman

Tinggalkan Balasan