Rasmus Paludan
Rasmus Paludan

Dilarang ke Swedia, Pimpinan Anti-Islam Ancam Bakar Alquran Lagi

Kopenhagen – Politisi asal Denmark yang juga pemimpin anti-Islam, Rasmus Paludan dilarang masuk Swedia selama dua tahun setelah dianggap sebagai ancaman bagi keamanan negara itu. Paludan pun membalas dengan meminta ganti rugi sebesar USD110.000 dan berencana membakar beberapa ratus Alquran lagi.

Paludan merupakan pemimpin Partai Garis Keras etno-nasionalis yang mengaku telah memperoleh kewarganegaraan Swedia. Dia pun berniat menggunakan statusnya sebagai warga Swedia untuk melakukan lebih banyak aksinya.

Dia didakwa dalam kasus kriminal di Denmark karena memicu kebencian rasial, dan sebelumnya telah dilarang masuk Swedia selama dua tahun untuk mencegahkan melakukan aksi pembakaran Alquran. Partainya menganggap aksi pembakaran Alquran itu sebagai perayaan bagi kebebasan berbicara.

Larangan masuk Swedia itu tidak akan sah karena dia sudah menjadi warganegara Swedia, karena salah satu orang tuanya warga Swedia.

Meski demikian, badan imigrasi Swedia mengonfirmasi bahwa Paludan telah menjadi warga negara Swedia tapi tidak diberi kewarganegaraan.

“Saya harap kami dapat melakukan aktivitas di Swedia akhir tahun ini. Ini tidak sulit menjadi warga Swedia karena faktanya saya tidak melakukan apapun. Saya menjadi salah satu warga saat orangtua saya menikah pada 1989,” kata Paludan.

“Saya mungkin akan membutuhkan paspor Swedia sebelum saya bisa masuk. Jika ada orang Arab dengan seragam polisi yang tidak tahu apa aturannya, ini mungkin akan membantu memiliki paspor Swedia,” tukas Paludan.

Paludan menyatakan kebijakan imigrasi Swedia yang lunak adalah ancaman bagi Denmark dan membenarkan aktivitasnya. Berunjuk rasa di Swedia akan meyakinkan para pemilih Denmark untuk memilih partainya, keberaniannya, menekankan bahwa pemerintah Swedia telah melanggar konstitusi dengan melarangnya masuk.

“Itu sangat serius. Mungkin kami akan membakar beberapa ratus Alquran sebagai respon atas serangan serius pada integritas saya,” kata Paludan.

Baca Juga:  Erick Thohir Apresiasi BRI Konsisten Dukung Pesantren Untuk Vaksinasi

Pada Agustus, sekelompok aktivis dari Partai Garis Keras mengunggah video mereka membakar Alquran di Malmo, diikuti aksi serupa di kota-kota Swedia lainnya. Ini memicu kerusuhan dan puluhan orang ditangkap.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

dr Fauzia Gustarina Cempaka Timur S IP M Si

Celah Intoleransi Dalam Beragama Diincar Kelompok Radikal Untuk Sebarkan Virus Radikalisme

Jakarta – Kelompok radikal selalu berupaya memanfaatkan berbagai cara untuk menyebarkan virus radikalisme. Salah satunya …

RDP Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Komisi VIII DPR RI

Dai Harus Miliki Strategi Metode Dakwah yang Menitikberatkan Wawasan Keberagamaan dan Kebangsaan

Jakarta – Sertifikasi penceramah atau dai dilakukan demi meningkatkan pemahaman moderasi beragama kepada kalangan dai …