Kerusuhan meluas pasca pembakaran Alquran oleh Rasmus Paludan
Kerusuhan meluas pasca pembakaran Alquran oleh Rasmus Paludan

Dipicu Pembakaran Alquran oleh “Setan” Rasmus Paludan, Kerusuhan di Swedia Meluas

Stockholm – Rasmus Paludan, pemimpin garis keras partai politik sayap kanan Denmark atau manusia “setan” kembali melakukan aksi bakar Alquran, Kamis (14/4/2022) di kota Linkoping, Swedia. Ironisnya, aksi provokasi itu dilindungi polisi dan dilakukan dekat dengan tempat tinggal komunitas Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Aksi si “setan” Paludan itu membuat kerusuhan di Swedia semakin meluas selama akhir pekan Paskah. Terkini, tiga orang di Kota Norrkoping, Swedia, harus dirawat setelah terkena peluru polisi selama bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.

Dilansir dari Reuters, Senin (18/4/2022), pengunjuk rasa kontra menyerang polisi sebelum demonstrasi ekstremis sayap kanan yang direncanakan dimulai. Perdana Menteri Magdalena Andersson mengutuk kekerasan tersebut.

“Tiga orang tampaknya telah terkena pantulan dan sekarang dirawat di rumah sakit. Ketiga orang yang terluka ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan. Tidak ada korban cedera dalam insiden ini,” kata polisi dalam sebuah pernyataan online.

Polisi mengatakan situasi di Norrkoping sudah tenang pada Minggu (17/4/2022) malam. Polisi dan pengunjuk rasa telah terlibat dalam bentrokan serius selama beberapa hari terakhir di mana beberapa polisi terluka dan beberapa kendaraan telah dibakar.

Dilansir dari Anadolu Angency, Sabtu (16/4/2022), pembakaran Alquran oleh “setan’ Paludan itu terjadi pada Kamis (14/4) waktu setempat. Paludan didampingi polisi, pergi ke ruang publik terbuka di Linkoping selatan dan meletakkan kitab suci umat Islam dan membakarnya. Aksi pembakaran itu sempat diwarnai dengan protes. Akan tetapi, Rasmus Paludan mengabaikan protes itu.

Politisi kelahiran Turki, Mikail Yuksel, yang mendirikan Partai Warna Berbeda di Swedia, mengatakan provokasi Islamofobia dari politisi anti-Islam rasis di bawah perlindungan polisi terus berlanjut di kota-kota di seluruh Swedia. Yuksel mengatakan Paludan secara khusus memilih lingkungan yang padat penduduk Muslim dan tempat-tempat dekat masjid untuk provokasi.

Baca Juga:  Akses Masjidil Haram Dibuka, Jemaah Non-Umroh Bisa Tawaf Sunah di Pelataran Ka'bah

“Di Swedia, yang membela hak asasi manusia, kebebasan beragama dan hati nurani dengan nada tertinggi, Al-Qur’an dibakar di lingkungan Muslim di bawah perlindungan polisi,” kata Yuksel.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …