Tiga pelaku pengeroyokan imam masjid di Serang
Tiga pelaku pengeroyokan imam masjid di Serang

Ingatkan Luruskan Barisan, Imam Masjid di Serang Dianiaya 3 Bersaudara

Serang – Seorang imam masjid di Serang, Banten yang bernama Haji Nabhani menjadi sasaran pengeroyokan tiga pria bersaudra. Pengeroyokan itu terjadi akibat salah satu pelaku tidak diterima diingatkan imam agar meluruskan barisan dan merapikan pakaian saat salat berjamaah.

Satreskrim Polres Serang menangkap tiga pelaku pengeroyokan terhadap imam Masjid. Ketiga pelaku inisial MM (41), RY (57) dan SP (47) mengeroyok Imam Masjid, Nabhani di kampung Begog, Kecamatan Pontang Kabupaten Serang.

Peristiwa pengeroyokan imam masjid oleh 3 bersaudara ini terjadi pada Jumat (25/3/2022) petang. Berawal ketika korban dan tersangka MM melaksanakan salat Ashar berjamaah di Masjid Al Firdaus.

Kejadian bermula ketika MM ditegur oleh korban untuk merapatkan barisan shaf salat dan merapikan pakaian. Teguran itu membuat pelaku tidak terima dan melaporkan kejadian itu kepada dua saudara lainnya. Ketiga orang itu kemudian kembali mendatangi masjid dan mengeroyok H Nabhani ketika hendak pulang ke rumahnya selepas menunaikan salat Maghrib berjamaah.

Saat ini pelaku sudah diamankan dan sudah dilakukan penahanan dengan jeratan Pasal 170 KHUP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjar.

“Awal mula kejadian pada Jumat (25/3/2022) saat salah satu pelaku MM sedang melaksanakan salat Ashar dan yang menjadi imamnya adalah korban. Kemudian korban menegur MM agar meluruskan barisan dan pakaian, namun MM tidak terima dan menceritakan kejadian tersebut kepada RY dan SP,” kata Kapolres Serang AKBP Yudha Satria di Serang, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (16/4/2022).

Selanjutnya, kata Yudha, di hari yang sama setelah selesai salat Maghrib, SP sudah menunggu di teras samping pintu masjid yang berlokasi di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. SP saat itu langsung menarik baju korban.

Baca Juga:  Penolakan Pembangunan Gereja di Cilegon, RMB UIN Serang Tegaskan Rumah Ibadah Hak Orang Beragama

Kemudian tersangka RY langsung memukul bagian wajah korban dengan menggunakan tangan kosong sebanyak tiga kali. Selanjutnya korban dipukul kembali oleh MM di bagian leher belakang sebanyak satu kali dan bagian punggung sebanyak satu kali.

Setelah itu, kata Yudha, SP langsung mencekik dari arah belakang dengan menggunakan siku tangan kanan. Setelah korban melepaskan cekikan tersebut, SP langsung memukul bagian wajah korban dengan menggunakan tangan kanan sebanyak satu kali.

Jemaah yang melihat aksi brutal ketiganya langsung berhamburan melerai. Haji Nabhani yang dihujani bertubi-tubi bogem mentah langsung dibawa pulang ke rumahnya. Kondisi korban terus membaik dalam perawatan pihak keluarga.  Setelah kejadian tersebut korban yang tidak terima langsung membuat Laporan Polisi ke Polres Serang pada Sabtu (26/3/2022).

Ketiga pelaku ditangkap Tim Unit Jatanras Polres Serang di rumahnya masing-masing pada Selasa, 12 April 2022. Akibat aksinya, ketiga pelaku diancam Pasal 170 KHUP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

Sekjen MUI Amirsyah Tambunan prihatin dengan kejadian pengeroyokan tersebut. “MUI sangat prihatin atas peristiwa ini karena momentum Ramadan seolah tak mampu menciptakan suasana yang ramah, penuh rasa silaturahmi di tempat ibadah seperti masjid,” kata Amirsyah.

Selain itu, Amirsyah juga memberi pesan kepada para imam masjid. Amirsyah meminta agar imam masjid bisa menegur secara santun, sehingga orang yang ditegur bisa menerima dengan baik.

“Di satu sisi masjid harus mampu mewujudkan keindahan dan kebersihan dalam beribadah, di sisi lain pengurus masjid hingga imam mampu mewujudkan rasa kasih sayang dengan tegur sapa yang santun. Sehingga di antara jemaah yang diingatkan dapat menerima dengan baik,” tuturnya.

Untuk itu, Amirsyah berharap peristiwa pengeroyokan ini tidak terulang lagi. Dia ingin semua pihak menjaga ketertiban dan kesejukan di masjid.

Baca Juga:  Hina Nabi Muhammad, Mahasiswi Non-Muslim Tewas Dilempari Batu di dalam Kampus

“Berharap peristiwa ini ada hikmahnya. Sekaligus berharap kasus imam dikeroyok oleh 3 orang pria tidak terulang. Untuk mewujudkan suasana masjid yang bersih, sejuk, indah butuh kerja sama dan tanggung jawab semua pihak,” terangnya.

“Terlebih jemaah yang hadir di masjid diharapkan mampu menciptakan suasana beribadah yang khusu’ dan tawadhu’ sehingga dapat menjadi contoh untuk mewujudkan Islam rahmatan lil alamin,” imbuhnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

raker penyelenggaraan ibadah haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas Minta Santri Semangat Menuntut Ilmu Dan Lawan Kebencian Terhadap Santri Dengan Prestasi

Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada para santri untuk terus menuntut ilmu secara sungguh-sungguh, …

Sarasehan Penguatan Moderasi Beragama BNPT dan UMY

Cegah Virus Radikal Terorisme di Sekolah, BNPT Perkuat Moderasi Beragama Guru SMA/SMK se-DIY

Yogyakarta – Generasi Z dan generasi milenial antara usia 14-39 tahun menjadi generasi yang paling …