puasa tua renta
tua renta

Rukhshah dan Fidyah Puasa untuk Tua Renta dan Pengidap Penyakit Kronis

Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat berdasarkan dalil al Qur’an, hadits dan ijma’ (kesepakatan) ulama. Demikian pula beberapa kelompok muslim yang mendapatkan rukhshah (dispensasi) tidak wajib berpuasa juga berdasarkan dalil.

Artinya, rukhshah tidak berpuasa adalah perintah juga. Bukan melanggar perintah. Tegas kata, seseorang yang mendapatkan rukhshah tetap memperoleh pahala dan keutamaan puasa Ramadan seperti pahala dan keutamaan mereka yang berpuasa.

Di antara kelompok muslim yang boleh tidak berpuasa, bahkan wajib apabila khawatir ada efek serius terhadap kesehatan, adalah orang tua renta dan orang yang mengidap penyakit kronis yang secara medis tidak akan sembuh.

Kapan Memrbayar Fidyah Puasa?

Dua kelompok ini boleh tidak berpuasa, bahkan wajib kalau khawatir terhadap kesehatan tubuh. Kewajiban berpuasa diganti dengan membayar fidyah. Bahkan, seperti dijelaskan oleh Ibnu Abidin dalam Radd al Mukhtar, pembayaran fidyah tersebut boleh disegerakan sejak awal bulan Ramadan.

Pada hari pertama bulan Ramadan dua kelompok ini boleh membayar fidyah untuk sebulan. Langkah paling aman adalah mengasumsikan bulan Ramadan sebanyak tiga puluh hari. Jadi, membayar fidyah di awal Ramadan untuk tiga puluh hari kedepan.

Boleh juga membayar fidyah perhari setelah terbit fajar dan mesti menunggu matahari terbenam. Bahkan, menurut Imam Nawawi dalam kitabnya Al Majmu’ Syarah al Muhadzdzab, mengutip pendapat al Darimi, fidyah boleh dibayar sebelum fajar. Misalnya dibayar pada saat sahur.

Berapa Ukuran Fidyah Puasa?

Menurut madhab Maliki dan Syafi’i, seperti termaktub dalam Al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuawitiyah, takaran fidyah adalah satu mud perhari. Pendapat ini diamini oleh Imam Thawus, Sa’id Ibnu Jubair dan al Auza’i dan Ibnu Tsaur.

Baca Juga:  Menggunjing Keburukan Non Muslim, Apakah Termasuk Dosa?

Keterangan yang sama disampaikan oleh Muhammad Ibnu Abdillah al Kharasyi al Maliki dalam kitabnya Syarah Mukhtasar Khalil li al Kharasyi. Demikian juga menurut Imam Nawawi dalam Syarah al Muhadzdzab menjelaskan bahwa besaran fidyah adalah satu mud perhari.

Menurut Hanafiyah ukuran Fidyah sama dengan ukuran zakat fitrah. Dengan demikian, jumlahnya bisa berbeda tergantung jenis makanan pokok. Hal ini seperti disampaikan oleh ‘Ala al Din al Kasani al Hanafi dalam kitabnya Bada’iu al Shanai’ fi Tartib al Syarai’.

Sedangkan menurut Hanabilah besarnya fidyah adalah satu mud gandum (bur), atau setengah sha’ kurma kering (tamr), atau setengah sha’ gandum (sya’ir). Hal ini seperti ditulis oleh Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al Mughni.

Catatan penting dalam pembayaran fidyah adalah dibayar apabila yang bersangkutan mampu. Jika tidak mampu tidak perlu membayarnya. Bahkan, dalam catatan Imam Nawawi dalam kitabnya al Majmu’ Syarah al Muhadzdzab, orang tua renta yang tidak berpuasa kemudian meninggal dunia, fidyah ya diambilkan dari harta warisnya. Jika tidak mampu maka kewajiban membayar fidyah gugur.

Konversi Takaran Fidyah Puasa

Mud dan sha’ adalah ukuran yang lazim dipakai dalam fikih klasik. Bagi kalangan awam takaran tersebut terdengar asing. Karenanya, harus dikonversi ke takaran Indonesia.

Beberapa ulama kontemporer telah melakukan konversi takaran mud dan sha’ menjadi ukuran timbangan yang familiar bagi masyarakat Indonesia, bahkan umat Islam di dunia.

Salah satunya ditulis oleh Syaikh Wahbah al Zuhaili dalam kitabnya Al Fiqhi al Islami wa Adillatuhu. Tulisnya, menurut ulama Hanafiyah 1 sha’ = 8 rithl (takaran Irak), 1 rithl = 130 Dirham. Bila dikonversi ke dalam satuan kilo gram, 1 sha’ = 3,800 gram/ 3,5 kg.

Baca Juga:  Kaidah Fikih: Hasil Tak Mendustai Proses

Menurut kalangan Malikiyah, 1 sha’ = 4 mud, 1 mud = 675 gram. Maka, 1 sha’ = 2,700 gram/2,7 kg.

Sedangkan madhab Syafi’iyah mengatakan 1 sha’ = 2,176 gram/2,176 kg. Salah satu ulama Syafi’iyah, Imam Rafi’i berpendapat, 1 sha’ = 4 mud, 1 mud = 693 gram. Jadi, 1 sha’ = 2751 gram/ 2, 75 kg.

Sedangkan menurut madhab Hanbali 1 sha’ = 2,751 gram/ 2, 75 kg. Sama seperti pendapat Imam Rafi’i.

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Avatar of Nurfati Maulida

Check Also

shalat saat adzan

Shalat Saat Adzan Dikumandangkan?

Tujuan azan adalah untuk memanggil umat shalat berjamaah, sekaligus penanda waktu shalat telah tiba. Seperti …

adab tertawa

Dai Jenaka Jama’ah Tertawa, Ini Adab Tertawa dalam Islam

Di mana ada pengajian yang penceramahnya lucu, kocak dan jenaka pasti ramai peminatnya. Sebaliknya, kalau …