WhatsApp Image 2020 04 16 at 11.33.47
WhatsApp Image 2020 04 16 at 11.33.47

Takaran Fidyah Puasa dan Waktu Membayarnya

Syaikh Nawawi al Bantani dalam kitabnya Qut al Habib al Gharib menjelaskan, orang tua renta, mereka yang sakit keras, ibu hamil dan ibu yang sedang menyusui tidak boleh membayar fidyah sebelum masuk bulan Ramadan. Bahkan, walaupun telah yakin tidak akan bisa berpuasa pada hari tertentu di bulan Ramadan mereka tidak boleh mempercepat pembayaran fidyah sebelum hari itu. Mempercepat pembayaran fidyah hanya boleh dilakukan setelah terbenam matahari sebagai tebusan untuk esok hari karena yakin tidak akan mampu berpuasa.

Apakah boleh membayar fidyah setelah Ramadan? Jawabannya, boleh. Bahkan untuk orang yang sudah meninggal ahli waris diperbolehkan menunda pembayaran fidyah di luar bulan suci.

Menurut mayoritas ulama, seperti ditulis oleh Dr. Wahbah al Zuhaili dalam al Fiqh al Islami wa Adillatuhu, madhab Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat fidyah harus berupa makanan pokok daerah setempat. Tidak boleh berupa uang atau bahan lain yang bukan makanan pokok. Namun menurut Hanafiyah fidyah boleh ditunaikan dalam bentuk uang (qimah).

Untuk besarannya adalah satu mud (6,75 ons) perhari. Sedangkan versi Hanafiyah ukurannya satu sha’ ukuran kurma dan anggur, atau setengah sha’ ukuran  gandum.

Kepada siapa harus diberikan? Fidyah beda dengan zakat. Fidyah hanya bisa disalurkan kepada fakir miskin sesuai keterangan ayat al Qur’an (al Baqarah: 184). Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Khatib al Syarbini dalam Mughni al Muhtaj.

Yang menjadi catatan, setiap satu hari fidyah tidak boleh dipecah dua. Artinya satu hari fidyah harus diberikan kepada satu fakir miskin saja, tidak boleh diberikan kepada dua orang. Sedangkan jika jumlah fidyah lebih dari satu hari, misalnya lima hari, maka boleh diberikan kepada satu orang fakir miskin.

Baca Juga:  Konsultasi Syar’iah : Mau Akikah atau Kurban dulu? Bolehkah Niat Akikah sekaligus Kurban?

Inilah penjelasan fidyah sebagai kewajiban pengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan karena beberapa alasan atau udzur yang memang dibolehkan oleh syariat Islam.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …

petasan dari kertas al quran

Viral Petasan Berbahan Kertas Al-Qur’an, Catat Ini Hukumnya!

Tak berapa lama berselang, jagad maya dihebohkan oleh kasus petasan berbahan kertas Al-Qur’an. Respon publik …