indonesia palestina
indonesia palestina (sumber medcom)

Indonesia Wajib Membalas Budi dengan Mendukung Gerakan Nasionalisme Rakyat Palestina

Drama konflik dan kekerasan kembali terjadi antara warga Palestina dengan militer Israel baru-baru ini. Dunia terkejut dan ramai-ramai mengutuk aksi serangan brutal Israel yang telah memakan ratusan warga Palestina. Potret perebutan wilayah dan tanah telah menjadi dasar dari pertikaian panjang yang tiada usai yang merongrong kedaulatan suatu negara.

Sejatinya, pertikaian itu adalah bagian dari sejarah lama dari sejarah kolonialisasi dan perebutan wilayah yang amat rumit untuk sekedar disederhanakan menjadi konflik agama atau mengerucut antara muslim dan Yahudi. Tidak sesederhana itu dan sangat tidak tepat hanya memotret bagian yang parsial tersebut.

Solidaritas patut disuarakan untuk mengutuk aksi brutal dan kekerasan apalagi dalam tujuan pencaplokan dan penjajahan tanah dan kedaulatan suatu negara. Namun, konflik kedua negara ini tidak perlu dibawa-bawa dalam kerangka perang antar agama Islam dan Yahudi. Sebagai bagian dari konflik politik saling klaim wilayah pertikaian ini selayaknya didudukkan secara proporsional agar tidak mengesankan provokasi sentimen keagamaan.

Pertanyaannya, apakah yang menderita di Palestina itu hanya muslim? Apakah serangan adalah bagian dari pertikaian yang disemangati agama?

Di sinilah masyarakat perlu diberikan pemahaman yang cukup dalam setiap konflik yang terjadi di belahan sana bukan justru mengompori dengan menarik dalam sentimen keagamaan. Kita jangan mudah terjebak dalam narasi yang menjual konflik Isarel-Palestina untuk kepentingan tertentu.

Pada kunjungan di bulan Agustus 2018 ke Jakarta, Penasehat Presiden Palestina Mahmoud Al Habbash menjelaskan bahwa sesungguhnya di Palestina hubungan antara pemeluk Islam, Kristen dan Yahudi sangat harmonis dan damai. Ketiganya merasa bangga menjadi bagian warga negara Palestina.

Gerakan dengan semangat nasionalisme dan anti penjajahan yang berkobar di Palestina. Jihad yang dilakukan bagaimana mempertahankan negara yang mereka cintai. Gerakan rakyat Palestina adalah gerakan yang sama seperti gerakan Indonesia yang ingin mempunyai negara yang berdaulat. Gerakan yang tidak hanya dimonopoli oleh satu agama, tetapi berbagai agama yang berada di Palestina.

Baca Juga:  Mengeja Paras ‘Generasi Hijrah’

Hubungan Indonesia dengan Palestina cukup erat dalam hal nasionalisme dan kemerdekaan. Pada masa transisi Indonesia dalam mengukuhkan kemerdekaanya,  sejumlah tokoh muslim Palestina seperti seperti Amin al-Husaini gencar mengkampanyekan kemerdekaan Indonesia. Bahkan tahun 1944, tokoh ini sudah gencar mendengungkan kemerdekaan Indonesia. Palestina praktis menjadi negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia yang kemudian menyusul Mesir, Suriah, Irak dan negara Timur Lainnya.

Rakyat Palestina adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari penjajahan. Hubungan yang intim antara Indonesia dengan Palestina tidak akan pernah pudar. Ini bukan sekedar alasan keagamaan, tetapi tanggungjawab sejarah kemanusiaan dan persahabatan dua negara yang lantang menolak penjajahan.

Indonesia dan rakyat Indonesia harus terus menyuarakan kemerdekaan Palestina dan harapan agar negeri dengan tiga agama itu bisa hidup damai dan tentram tanpa penindasan dari penjajahan Israel.

Bagikan Artikel

About Islam Kaffah