doa 10 hari terakhir ramadan
ramadan

Doa 10 Malam Terakhir Ramadan agar Terbebas dari Siksa Neraka

Ramadan 1444 H telah memasuki sepuluh hari terakhir. Keutamaannya adalah ‘itqun minan nar atau pembebasan dari siksa neraka. Dibandingkan sepuluh hari pertama dan kedua, sepuluh hari terakhir sangat istimewa karena menjadi ajang meraih Lailatul Qadar. Berdasarkan hadits dari Aisyah: “Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan”.

Beberapa amalan dianjurkan oleh Rasulullah dilakukan pada fase ketiga Ramadan ini. Diantaranya shalat malam, membaca al Qur’an dan i’tikaf. Disamping itu, harus banyak berdoa.

Doa 10 malam terakhir Ramadan

Doa Aisyah

Pada penghujung bulan Ramadan, Sayyidah Aisyah selalu membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah.

اللهم انك عفو كريم تحب العفو فاعف عنا

Allahumma innaka ‘afwun Karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna

“Duhai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia serta mencintai maaf, maka ampunilah kami”

Doa Rasulullah di akhir bulan Ramadan

Jabir bin Abdullah al Anshari meriwayatkan bahwa Rasulullah mengingatkan kepadanya untuk membaca doa ini di penghujung bulan Ramadan.

اللهم لا تجعله آخرالعهد من صيامنا إياه فإن جعلته فاجعلني مرحوما ولا تجعلني محروما

Allahumma la taj’alhu akhiral ‘ahdi min shiyamina iyyahu, fa in ja’altahu faj’alni marhuman wa la taj’alni mahruman

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan bulan Ramadan kali ini menjadi Ramadan terakhir untuk kami berpuasa. Andai pun Engkau mentakdirkan menjadi Ramadan terakhir, jadikanlah diriku orang yang mendapatkan rahmat-Mu, dan jangan jadikan diriku orang yang merugi”.

Meskipun redaksi hadist ini tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits ulama-ulama sunni, doa dalam hadits ini tetap boleh diamalkan. Karena redaksinya tidak bermasalah. Justru, sangat baik diamalkan sebagai pengharapan supaya ditakdirkan berjumpa dengan Ramadan berikutnya. Andai pun kali ini adalah Ramadan terakhir bagi kita, mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai orang yang beruntung.

Baca Juga:  Ya Allah Bebaskan Ramadan Kami dari Corona

Doa Rasulullah dan Aisyah di atas selayaknya kita panjatkan setiap malam, terutama di penghujung bulan Ramadan. Bagaimanapun, doa adalah senjata umat Islam sebagai pelindung baginya supaya tidak terhanyut rayuan nafsu. Sehingga mampu meraih esensi puasa. Menjadi pribadi yang bertakwa sesuai dengan tujuan asasi puasa Ramadan.

Bagikan Artikel ini:

About Nurfati Maulida

Avatar of Nurfati Maulida

Check Also

jalan kaki ke jumatan

Dianjurkan Berjalan Kaki Ketika Hendak Shalat Jum’at

Teknologi mutakhir semakin memudahkan dan memanjakan seseorang. Contoh, alat transportasi sepeda motor dan mobil membuat …

nikah atau naik haji

Menikah atau Naik Haji Dahulu?

Umat Islam kini lega karena bisa melaksanakan ibadah haji setelah dua tahun pelaksanaannya ditiadakan atau …