waktu lailatul qadr
lailatul qadr

Hikmah di Balik Dirahasiakannya Waktu Lailatul Qadr

Ulama’ sepakat bahwa Lailatul Qadr adalah malam yang sangat mulia. Tidak ada seorang pun yang menolaknya. Kemuliaan Lailatul Qadr ditegaskan oleh Allah swt dalam firmannya:

اِنَّا اَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menurunkan Al Qur’an di malam Lailatul Qadr. Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan”

Hanya saja Allah merahasiakan kapan terjadinya malam yang mulya itu. Karena itulah ulama’ berbeda pendapat tentang kapan Lailatul Qadr itu terjadi. Pertama, perbedaan pendapat tentang apakah pada saat ini masih bisa terjadi Lailatul Qadr atau hanya terjadi pada masa Nabi Muhammad saw. Menurut pendapat yang paling kuat, sampai sekarang masih terjadi Lailatul Qadr.

Kedua, perbedaan pendapat tentang apakah Lailatul Qadr hanya terjadi di bulan Ramadan saja atau seluruh bulan. Menurut pendapat yang paling kuat, hanya terjadi di bulan Ramadan saja. Akan tetapi menurut Ibn Mas’ud, seluruh malam dalam satu tahun berpotensi terjadi Lailatul Qadr.

Bagi ulama’ yang sepakat hanya terjadi pada bulan Ramadan, mereka masih berselisih pendapat tentang apakah seluruh malam Ramadan atau malam-malam tertentu. Menurut mayoritas ulama’ tafsir dan hadits, hanya terjadi di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, yakni tanggal 20 Ramadan kebelakang, karena berdasarkan hadits shahih:

اِلْتَمِسُوْهَا فِي الْعَشْرُ الْاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى، فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى، فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى

Artinya: “Carilah di sepuluh terakhur dari bulan Ramadan, pada sembilan akhir, tujuh akhir dan lima terakhir” (HR. Ahmad)

Begitu seterusnya perbedaan pendapat belum selesai sampai sepuluh terakhir malam Ramadan, mereka masih berbeda tentang apakah di malam ganjil atau seluruh malam-malam itu.

Setidaknya, jika kita simpulkan ada 5-6 perbedaan pendapat tentang penentuan malam Lailatul Qadr.

Baca Juga:  Membaca Kisah Yakjuj dan Makjuj di Balik Narasi Akhir Zaman

Namun demikian ada hikmah di balik dirahasiakannya Lailatul Qadr. Hikmah tersebut yaitu sebagaimana diungkapkan oleh Syeikh An Naisaburi dalam Tafsir An Naisaburi:

اَلْحِكْمَةْ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي اللَّيَالِي كَالْحِكْمَةِ فِي إِخْفَاءِ وَقْتِ الْوَفَاةِ وَيَوْمِ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَرْغَبُ الْمُكَلَّفُ فِي الطَّاعَاتِ وَيَزِيْدُ فِي الْاِجْتِهَادِ وَلَا يَتَغَافَلُ وَلَا يَتَكَاسَلُ

Artinya: “Hikmah dibalik dirahasiakannya Lailatul Qadr dalam beberapa malam adalah sebagaimana hikmah dirahasiakannya kematian dan hari kiamat, sehingga orang mukallaf senang taat kepada Allah dan menambah dalam berijtihad serta tidak lupa dan tidak malas”

Ungkapan Syeikh An Naisaburi memberikan pemahaman bahwa dengan dirahasikannya Lailatul Qadr, maka pada seluruh malam selama satu tahun, orang yang mencari malam tersebut akan melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Seandainya Allah memberikan ketentuan malam Lailatul Qadr pada malan tertentu, niscaya orang-orang akan rajin berbuat baik hanya pada malam itu saja. Karena kebaikan satu malam itu sudah melebihi dari batas umur normal manusia.

Bagikan Artikel ini:

About Nailatul Alawiyah

Santri PP. Nurul Qarnain Sukowono Jember

Check Also

walimah

Mewakilkan Orang Lain dalam Menghadiri Undangan Walimah, Begini Hukumnya ?

Menurut jumhur fuqaha’, menghadiri walimatul ‘urs adalah wajib bagi setiap individu yang diundang. Bahkan sebagian …

kriteria hewan kurban

Sunnah Berkurban, Ini Jenis dan Kriteria Hewan Kurban

Di antara amaliyah yang sangat disunnahkan di bulan Dzul Hijjah yaitu berkurban. Berkurban artinya menyembelih …