rahasia waktu shalat
shalat jamaah

Inilah Rahasia Tak Terduga di Balik Waktu Shalat Wajib

Shalat wajib lima waktu tidak hanya sebatas ritual keagamaan yang kering terhadap makna dan tujuan. Jika kita menunaikan shalat wajib lima waktu dengan tepat waktu, maka sejatinya kita sedang melatih diri untuk disiplin di dalam dan di luar shalat. Tak ayal jika dalam surat al-Mu’minun ayat 1-2, Allah mengatakan bahwa orang-orang yang beruntung adalah mereka yang khusuk (disiplin dan khidmat) dalam semgahyangnya.

Jadi, Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan sempurna, termasuk penetapannya. Berkenaan dengan waktu shalat wajib, tidak banyak orang ketahui akan rahasianya. Padahal, jika dikaji lebih dalam, terdapat beberapa hal yang menakjubkan, bahkan bisa menambah rasa iman kita. Oleh karena itu, berikut beberapa rahasianya.

Dikutip dari kajian yang dilakukan oleh Zaffarudin Ayub, telah menguak beberapa hal terkait waktu shalat lima waktu:

Pertama, waktu Subuh.

Saat waktu Subuh tiba, alam akan berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi metabolisme tubuh. Sehingga, kondisi alam yang demikian itu mempunyai rahasia berkaitan dengan penawar atau rezeki serta komunkasi.  Jadi, mereka yang acapkali melewatkan waktu Subuh begitu saja secara berulang-ulang, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.

Ini persis sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW:

إِذا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنامُوا عَن طَلَبِ أرزاقكم

Artinya: “Ketika kalian sudah selesai melakukan shalat subuh, janganlah (mementingkan) tidur yang menjadi penyebab hilangnya rezekimu.” (HR. At-Thabrani).

Hal itu kemudian diterjemahkan secara kontekstual oleh nenek moyang kita dengan bahasa; ‘kalau bangun kesiangan, rezeki akan dipatok ayam!’ Hal ini lantaran waktu Subuh adalah saat alam sedang dalam kondisi tenaga penuh (optimum). Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud.

Baca Juga:  Pentingnya Niat dalam Kehidupan Sehari-hari

Kedua, waktu Dzuhur.

Lain halnya ketika waktu Subuh dimana alam bewarna biru muda, waktu Dzuhur alam berubah ke warna hijau (Isyraq dan Duha), kemudian warna kuning yang menandakan masuknya waktu Dzuhur. Dalam kondisi perubahan ini, spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati, yang artinya sangat erat dengan sistem pencernaan.

Nah, warna kuning itu mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Dengan demikian, orang-orang yang selalu ketinggalan atau terlewatkan waktu Dzuhurnya terus-menerus, akan menghadapi problem di perut dan hilang keceriaannya.

Ketiga, waktu Ashar.

Pada waktu Ashar, alam berangsur berubah ke orange. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkum sistem produktif. Adapun rahasianya adalah menyimpan makna kreativitas. Oleh karena itu, orang yang kerap meninggalkan waktu Ashar secara berkelanjutan, akan menurun daya kreativitasnya.

Keempat, waktu Maghrib.

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah. Ada semacam kebiasan turun menurun, bahwa pada waktu ini, kita, oleh orang tua, tidak diperkenankan berada di luar rumah. Ini lantaran spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis.

Dengan kata lain, jin dan iblis pada waktu Maghrib memiliki tenaga yang penuh karena resonan dengan alam.  Selain itu, rahasia waktu Maghrib ialah keyakinan, terutama pada frekuensi otot, saraf, dan tulang.

Kelima, waktu Isya’.

Ketika waktu Isya tiba, maka alam akan berubah ke warna indigo dan seterusnya hingga alam memasuki fase gelap. Waktu Isya’ ini menyimpan rahasia ketentraman dan rahasia ketentraman dan kedamaian. Frekuensinya bersamaan dengan sistem kontrol otak. Dengan demikian, teruntuk mereka yang sering ketinggalan atau meninggalankan waktu ini, akan selalu berada dalam kegelisahan.

Baca Juga:  Pelacur Bertobat, Akankah Allah Swt Mengampuninya?

Demikianlah beberapa rahasia waktu shalat yang ditinjau dari hubungan dengan warna alam. Mengakhiri uraian ini, penulis hendak menegaskan kembali bahwa Allah menentukan waktu shalat lima waktu sedemikian rupa dipenuhi dengan hikmah yang luar biasa. Oleh karena itu, kita patut bersyukur karena telah dikaruniai syariat shalat oleh Allah.

Bagikan Artikel ini:

About Fauziyatus Syarifah

Avatar of Fauziyatus Syarifah
Mahasiswi magister program PAI UIN Walisongo Semarang

Check Also

kh ahmad dahlan

3 Kiat Menuju Masyarakat Tangguh dan Beradab Ala KH Ahmad Dahlan

Nama KH. Ahmad Dahlan sangat moncer dikalangan bangsa Indonesia karena ia termasuk orang yang memiliki …

jihad kemerdekaan

Agustus Bulan Perjuangan : Inilah 3 Bentuk Jihad Bela Negara yang Dianjurkan Agama!

Bagi rakyat Indonesia, Agustus adalah bulan perjuangan. Pernyataan ini tentu saja tidak berlebihan mengingat pada …