Salah satu keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada manusia dibanding dengan makhluk lainnya adalah akal Akal inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya karena itulah manusia diberikan amanah untuk mengemban risalah dimuka bumi ini sebagai khalifa agar dapat mengurus dan mengelola alam dan semua yang ada didalamnya secara baik dan proporsional Salah satu fungsi akal adalah menganalisa meneliti mengamati dan mempelajari dan memikirkan segala yang ada disekitarnya sehingga apapun yang nantinya diyakini dan menjadi pegangan dalam hidupnya sesuai dengan akal pikirannya sehingga keyakinan tersebut tidak menjerumuskan seseorang ke dalam sebuah kesalahan yang fatal dan pola pemikirannya berada di jalan yang lurus Kata akal banyak sekali ditemukan dalam Alqur an misalnya dalam surah albaqarah ayat 73 agar kalian menggunakan akal surah yunus Ayat 21 agar kalian berpikir surah al anam ayat 98 bagi kaum yang berpikir Baca juga Kisah Nabi Ditegor Sahabat Karena Kesalahan Alqur an sangat menekankan penggunaan akal dalam segala hal karena akal yang sehat tidak akan bertentang dengan tujuan tujuan teks teks suci yaitu Alqur an dan hadis Rasulullah Saw bahkan akan saling mendukung dan memperkuat Oleh karena itu kelompok Ahlussunnah waljaamah dalam memahami teks teks menggunakan naql Alqur an hadis dan akal Ketika seseorang tidak lagi menggunakan dan memfungsikan akalnya dalam memahami segala yang berkembang di tengah tengah masyarakat maka akibatnya akan menggiring seseorang kita ke dalam sebuah pola pikir yang ekstrim dan fanatic terhadap apa yang diyakini dan sulit menerima kebenaran pada orang lain Salah satu fenomena di tengah tengah umat Islam sekarang ini munculnya kelompok kelompok yang cenderung mengabaikan fungsi akal dan menerima begitu saja apa yang disampaikan dan dibisikkan oleh orang orang lain kepadanya sehingga pola pikir yang terbagung pada diri orang itu cenderung bersifat doktrin anggaplah misalnya kelompok kelompok salafi yang mengklaim dirinya sebagai penganut mazhab salaf padahal jika merunut ulama ulama yang dijadikan sebagai rujukan utama mereka bukanlah ulama salaf bahkan lebih banyak dari mereka adalah ulama khalaf Jika yang dimaksud disini pengikut salaf adalah para ulama yang mengklaim dirinya sebagai yang berdakwah sesuai dengan dakwah para sahabat nabi tabiin dan tabi tabiin misalnya Ibnu Taimiyah yang mengklaim dirinya sebagai dai ulama salaf maka ditemukan tidak sedikit fatwanya yang bertentangan dengan pandangan ulama salaf atau para pendiri keempat mazhab fiqih misalnya Ibnu Taimiyah membolehkan tayammum bagi seseorang jika waktu sholat sudah mendekat habis waktunya walaupun tersedia air dan membolehkan membaca Alquran bagi mereka yang sedang haid dan nifas padahal ulama ulama salaf tidak membolehkan kedua hal tersebut Ini hanya dua contoh kongkrit yang disampaikan dan masih banyak lainnya fatwa fatwa Ibnu Taimiyah yang bertentang dengan pendapat ulama salaf baik dalam masalah fiqih maupun dalam masalah aqidah Jika mereka yang mengklaim dirinya sebagai penganut salaf maka seyognyanya meneliti serta membaca secara runut pandangan pandangan ulama salaf kemudian membandingkan dengan pandangan pandangan yang mengklaim dirinya sebagai dai salaf Jika kelompok salafi yang hanya mengikuti Ibnu Taimiyah Syech Muhammad bin Abdul Wahab mengabaikan sanad dan tidak mengamati dan membaca sejarah serta dinamika pemikiran Islam yang berkembang dari waktu ke waktu khususnya pada pada abad keempat hingga abad ke enam hijriyah yang disasaki dengan persoalan politik ekonomi dan sosial budaya akibat perang salib yang berlangsung selama kurang lebih dua abad dan perang Mongolia yang juga berlangsung kurang lebih 2 abad maka sulit untuk menentukan apakah kelompok salafi sekarang ini benar benar pengikut ulama salaf atau pengikut kaum khalaf yang mendakwahkan dirinya sebagai dai salaf sebuah paradox yang harus diteliti ulang sehingga tidak salah dalam mengklaim diri sendiri

Tinggalkan Balasan