Kiai Miftach dan Gus Yahya
Kiai Miftach dan Gus Yahya

Gus Yahya dan Kiai Miftach Harus Terus Rawat dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Keindonesiaan

Jakarta – Terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf menjadi Ketua Umum dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026 mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan ormas Islam, ulama, dan tokoh bangsa. Mereka berharap Gus Yahya, panggilan karib KH Yahya Cholil Staquf, dapat terus merawat ukhuwah dan sinergi antara PBNU dan berbagai pihak untuk bersama-sama memajukan bangsa.

Salah satu ucapan selamat itu datang dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Ia menilai sosok KH Miftachul Akhyar selaku rais aam Syuriah PBNU dan Gus Yahya dapat memimpin dan membawa gerak kemandirian NU sebagaimana tema Muktamar Ke-34 NU dan harapan keluarga besar Nahdliyin.

Haedar berharap kedua sosok itu juga dapat terus merawat dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah keindonesiaan dengan segenap komponen bangsa.

“Harapan kami, silaturahim dan kerja sama yang telah terjalin baik antara PBNU dan PP Muhammadiyah makin meningkat untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ujar Haedar dalam pernyataannya dikutip dari laman Republika.id, Senin (27/12/2021).

Menurut Haedar, Kiai Miftachul dan Gus Yahya adalah figur alim bijaksana dalam merawat ukhuwah serta martabat umat Islam sebagai akar tunggang organisasi-organisasi keislaman di negeri ini. Selain itu, keduanya dianggap berkhidmat memajukan bangsa dan dunia kemanusiaan di atas nilai-nilai Islam yang autentik dan/rahmatan lil’alamin.

Haedar menyampaikan terima kasih kepada ketua umum PBNU periode yang lalu, KH Said Aqil Siroj, atas silaturahim dan kerja sama yang selama ini terjalin baik dengan Muhammadiyah. Ia berharap Kiai Said selaku tokoh senior dapat terus berkhidmat bagi kepentingan umat dan bangsa.

Gus Yahya yang merupakan mantan juru bicara presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah resmi terpilih menjadi ketua umum PBNU periode 2021-2026 dalam Sidang Pleno V Muktamar Ke-34 NU di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Jumat (24/12/12) pagi.

Baca Juga:  Hari Pahlawan Jangan Hanya Dijadikan Seremonial Belaka

Pemilihan ketua umum menggunakan mekanisme voting atau pemungutan suara. Dalam proses penghitungan suara, Gus Yahya memperoleh 337 suara, sedangkan calon ketum PBNU pejawat KH Said Aqil Siroj mendapatkan 210 suara.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mendoakan agar Gus Yahya dapat mengemban amanah sebagai ketua umum PBNU dengan baik. Menurut Amirsyah, Gus Yahya adalah sosok yang mampu mendengar aspirasi sehingga dapat membawa NU ke dalam suasana yang teduh, terutama dalam kerangka pemikiran Ahlussunnah waljamaah (Aswaja) yang terhindar dari pemahaman liberal.

Warga Nahdliyin yang memiliki karakter Aswaja diyakini dapat menjadi perekat umat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariah, dan ukhuwah wathaniyah. Ia menyebut ukhuwah itu sangat penting untuk menjadi modal sosial (sosial capital) sehingga mampu mendukung tumbuhnya ekonomi umat yang berbasis syariah.

Selain itu, Gus Yahya, Amirsyah mengaku sangat mengenal Kiai Miftachul Akhyar, sebagai atasannya di MUI. Selama ini, Kiai Miftach sering mengatakan, tugas mulia ulama dalam berdakwah adalah menjadi pemersatu umat. Hal itu dilakukan melalui penguatan dakwah yang mengajak, bukan mengejek; merangkul, bukan memukul; serta dakwah yang mendidik, bukan membidik.

Dalam konteks itu, MUI bersama sejumlah ormas Islam bertekad menjadi bagian dari komponen bangsa untuk dapat menjadi mitra pemerintah (sadiqul hukumah).

“Ibarat teman setia yang baik saling mengingatkan untuk kebenaran. Jika ada kebijakan yang benar patut diapresiasi, sebaliknya kebijakan yang menyimpang maka warga Nahdliyin bersama kekuatan umat lainnya harus mengingatkan dan meluruskan,” ujar Amirsyah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Holywings

Kata MUI Hollywings Mesti Diadili Biar Kapok

Jakarta – Tempat hiburan malam Holywings harus bertanggung jawab. Bar kaum jetset itu mesti diadili …

Akhirussanah PPUM

Ponpes Ummil Mu’minin Simbaringin Gelar Akhirus Sanah: Mencetak Generasi Qur’ani Berwawasan Global

PPUM – Pondok Pesantren Ummil Mu’minin Simbaringin, Mojokerto, Jawa Timur menggelar Haflah dan Akhirus Sanah …