Gaza – Israel telah berulang kali memberikan akses kepada pemukim Yahudi untuk menggunakan Masjidil Aqsa di Yerusalem dan Masjid Ibrahimi di Al-Khalil. Upaya itu disinyalir sebagai upaya Israel untuk menghilangkan jejak Muslim Palestina.
Dalam siaran persnya, Minggu (24/11/2019), juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan pembobolan area Masjid Ibrahimi dan Masjid Aqsa oleh pemukim Yahudi adalah bagian dari perang agama yang dilakukan oleh negara pendudukan Israel pada rakyat Palestina dan tempat-tempat suci mereka.
Dilansir oleh The Palestinian Information Center via laman Republika.co.id, Barhoum menambahkan bahwa agresi yang berkelanjutan itu menyasar situs-situs suci umat Islam. Karena itu diperlukan tindakan oleh rakyat Palestina dan perlawanan mereka untuk menghadapi pendudukan dan pemukim Israel.
Dia meminta rakyat Palestina untuk berperang dengan pendudukan dan pemukim dan membela situs-situs suci umat Islam agar terlepas dari penerobosan yang dilakukan para pemukim Yahudi.
Sebelumnya puluhan warga pemukim Yahudi pada hari Minggu pagi menerobos masuk halaman Masjid Aqsa di bawah pengamanan ketat polisi Israel. Menurut sumber-sumber lokal, kelompok-kelompok pemukim ingin melihat kebenaran posisi dugaan kuil Sulaiman ketika mereka sedang melakukan tur di halaman Masjid.
Masjid Aqsa diterobos setiap hari oleh pemukim Yahudi di pagi dan sore hari kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. Polisi Israel sempat menutup Gerbang al-Maghariba, yang digunakan oleh orang Yahudi untuk memasuki Masjid, pada pukul 10:30 pagi setelah para pemukim menyelesaikan tur pagi mereka di situs suci.
Kemudian pada sore hari, gerbang yang sama dibuka kembali untuk wisata malam oleh pemukim. Selama kehadiran pemukim di dalam kompleks Masjid, pembatasan masuk dikenakan pada jamaah Muslim di pintu masuk menuju Masjid dan ID mereka disita.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah