Israel Terus Berupaya Isolasi dan Batasi Umat Muslim ke Masjidil Aqsa

Yerusalem – Israel terus berupaya mengisolasi dan membatasi umat Muslim ke Masjidil Aqsa. Tidak hanya membatasi, Israel juga berencana mengubah status masjid tempat singgah Nabi Muhammad SAW sebelum naik ke Sidratul Muntaha pada peristiwa Isra’ Mi’raj.

Dikutip dari Middle East Monitor via laman republika.co.id, pekan kemarin, Wakil Direktur Departemen Wakaf Muslim di wilayah Yerusalem yang diduduki, Najeh Bkerat mengatakan pendudukan itu meningkatkan frekuensi pelanggaran di Masjidil Aqsa. Hal itu termasuk dalam kinerja ritual Talmud di lingkungan komplek area tersebut, yang disebut membatasi pergerakan umat Islam.

Menurut Brekat, Israel juga mengancam akan menutup Rahma Gate (Gerbang Rahma) di area tersebut dalam upaya meningkatkan kehadiran negara tersebut dan mendapat pijakan di dalam tembok Masjidil Aqsa. Israel terus berusaha memaksakan kedaulatannya di tempat ibadah yang sangat berarti dalam sejarah umat Islam tersebut.

Israel juga menganggu kekuatan Wakaf Islam, termasuk dengan mencegah Muslim dari melakukan pekerjaan apa pun di dalam komplek, termasuk kegiatan restorasi dan rekonstruksi.  Brekat menunjukkan sejak awal tahun ini, Israel telah menangkap lebih dari 15 warga di Yerusalem. Tak hanya itu, pihak berwenang Israel juga menyerang laki-laki dan perempuan di Masjidil Aqsa.

Pendudukan Israel telah membuka jalan untuk mengubah Yerusalem sebagai ibukota negara itu dengan melancarkan perang ideologis melawan narasi Arab-Islam di kota suci tersebut.

Brekat mengatakan adanya sikap diam Arab-Islam dan konfik, serta kekacauan di sekitar Palestina membantu Israel dalam usaha memonopoli Masjidil Aqsa dan Yerusalem. Dengan demikian, otoritas Israel tetap kebal dan menghindari  pertanggungjawaban atas pelanggaran mereka.

“Secara jelas Israel berusaha hari demi hari memasuki Masjidil Aqsa untuk mengubah persamaan secara signifikan,” tukas Brekat.

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Ditulis WSJ Rayu Ormas Islam Indonesia, China Meradang

About redaksi

Avatar