Almarhum Emmeril Khan Mumtadz
Almarhum Emmeril Khan Mumtadz

Hari Ini Jenazah Eril Tiba di Indonesia, Ulama Mesir: Orang Meninggal Tenggelam Mati Syahid

Kairo – Putra sulung Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss. Jenazah Eril ditemukan di sebuah bendungan setelah dua minggu ia tenggelam. Rencananya, jenazah Eril akan sampai di Tanah Air, Minggu (12/6/2022) dan rencananya akan dimakamkan di pemakaman keluarga Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (13/6/2022).

Banyak yang membicarakan kebaikan hingga kondisi sempurna jenazah almarhum saat ditemukan.  Ridwan Kamil sendiri setelah memandikan dan mengazani jenazah putranya bahkan mengatakan jenazah Eril utuh dan berbau wangi bunga eucalyptus.

Beberapa ulama juga mengatakan bahwa meninggal dunia karena tenggelam termasuk mati syahid.

Profesor bidang akidah dan filsafat di Universitas Al-Azhar Mesir, Ilham Shaheen, mengatakan bahwa siapa pun yang meninggal karena tenggelam di air yang deras, aturan orang yang tenggelam berlaku untuknya keutamaan sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yaitu orang yang meninggal dalam kondisi tenggelam memang digolongkan sebagai syuhada atau mati syahid. Shaheen mengutip sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم: «الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: المَطْعُونُ وَالمَبْطُونُ، وَالغَرِيقُ، وَصَاحِبُ الهَدْمِ، وَالشَّهِيدُ في سَبِيلِ اللهِ ». متفقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah RA, katanya: “Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang mati syahid itu ada lima macam, yaitu orang yang mati karena penyakit taun, pes atau kolera, orang yang mati karena penyakit perut, orang yang mati lemas, tenggelam dalam air atau kekurangan oksigen, orang yang mati karena kerobohan-pohon, rumah, dan lain-lain dan orang yang mati syahid dalam peperangan fisabilillah.” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Dilansir dari Elbalad dan dikutip dari laman Republika.co.id, Syekh Shaheen juga mewanti-wanti bahwa kesyahidan ini tidak menghilangkan hak-hak duniawi seperti hutang karena dosa-dosa seorang hamba yang syahid akan diampuni kecuali hutangnya kepada sesama. Dengan demikian, penting bagi keluarga untuk mengurus hal ini jika menemukannya. Nabi bersabda:

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ

Artinya: “Orang yang mati syahid akan diampuni seluruh dosanya, kecuali hutang” (HR. Muslim).

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim

Menistakan Alquran, Sama Saja Merendahkan dan Menghina Allah SWT

Jakarta  – Aksi dua tokoh anti-Islam Rasmus Paludan yang membakar Alquran di Swedia dan Edwin …

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin

Ini Lembaga Lembaga Amil Zakat yang Berizin dan Tidak Berizin yang Diliris Kemenag RI

Jakarta –  Kasus penyelewengan dana sumbangan termasuk zakat yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat …

escortescort