viral
viral

Hentikan Memviralkan Keburukan, Inilah Peringatan Islam terhadap Penyebar Konten Viral

Kata viral bagi sebagian orang menjadi sasaran yang ingin diraih, tetapi bagi sebagian lain menjadi kata menakutkan. Orang menjadi berpikir dua kali untuk berekspresi dan beraktifitas khawatir apapun yang dilakukan mendadak menjadi viral. Apa yang secara sadar dan tidak sadar kadang sudah menjadi viral di dunia maya.

Kata viral memang belum ada padanan kata dalam bahasa Indonesia. Di google apabila diketik kata viral akan disajikan padanan kata “virus”. Bisa jadi memang viral seperti virus yang mudah menyebar dan menjangkiti setiap orang. Viral yang sering kita dengar merupakan informasi baik berita, gambar, video atau konten apapun yang secara cepat tersebar secara meluas.

Persoalannya hari ini, di era digital dengan kekuatan media sosial sebagai pilar utama sesuatu yang viral belum tentu bermanfaat. Sesuatu yang viral belum tentu pula sesuatu yang mengandung kebenaran informasi. Sesuatu yang viral mendahului kebenaran dan parahnya masyarakat menganggap sesuatu viral adalah kebenaran.

Bangsa ini sudah beberapa kali menelan beberapa peristiwa dari konten yang tidak bertanggungjawan tetapi mendadak menjadi viral. Berita bohong, fitnah, provokasi dan hal yang buruk lainnya bisa menjadi viral dan mempengaruhi masyarakat. Kondisi ini harus segera mendapatkan perhatian dari seluruh pihak. Konten viral di dunia maya yang mengandung keburukan akan mudah meresahkan, memecah bahkan bisa menimbulkan kekerasan di dunia nyata.

Islam Melarang Memviralkan Keburukan

Bagi umat Islam menyebarkan informasi bukan hanya sekedar berbagai pesan tetapi ada tanggungjawab moral dan keagamaan. Umat Islam dilarang menyebar pesan dan informasi tentang keburukan apalagi berpotensi menjadi viral. Ada beberapa pedoman dalam Islam untuk merespon persoalan info viral.

  • Jangan viralkan keburukan
Baca Juga:  Mendidik Anak Menjadi Mujahid

Menyebarkan keburukan dan berharap itu menjadi meluas sungguh perbuatan yang dilarang dalam Islam. Pesan dan informasi yang buruk akan menjadi sumbu bagi kejahatan dan kerusakan. dalam Qur’an Allah telah menegaskan :

Allah tidak suka ucapan buruk yang dikeraskan, kecuali bagi orang yang dianiaya” (QS. An-Nisa’: 148).  

Penegasan dalam Qur’an tersebut sudah cukup jelas agar umat Islam tidak dengan mudah mengeraskan sehingga orang lain mendengar atau menyebarkan keburukan yang diharapkan bisa meluas. Sesuatu yang buruk entah itu didasarkan pada fakta atau fiktif akan melahirkan pra sangka dan kecurigaan. Pra sangka dan kecurigaan akan mudah merusak hubungan kerukunan masyarakat.

  • Jangan membuat orang lain menjadi jahat karena konten viral

Informasi dan konten viral akan mudah menyebar dan mempengaruhi masyarakat. Tanggapan masyarakat bisa menjadi sangat beragam. Bisa jadi diam, memilih membenci dalam hati, atau memilih tindakan jahat karena informasi yang didengar. Inilah bahaya keburukan yang disebarkan.

Ada pelajaran menarik yang diberikan oleh Allah dalam Qur’an dari pesan Nabi Ya’kub kepada Nabi Yusuf: “Wahai anakku, jangan engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudararnu, karena itu akan menyebabkan mereka berniat jahat kepadarnu dengan membuat rekayasa.” (QS. Yusuf: 5). Ayat ini memberikan pelajaran agar umat Islam bisa menahan diri dari menceritkan dan menyebarkan sesuatu yang bisa menimbulkan kejahatan.

Lihatlah contoh Nabi yang memilih diam untuk tidak menyebarkan informasi apapun ketika beliau sembuh dari serangan sihir: “Ingatlah, Allah telah menyembuhkan aku dan aku tidak ingin membangkitkan kejahatan pada diri seorang pun.” (HR. Bukhari dan Muslim). Apakah Nabi mengumbar siapa pelakunya? Apakah Nabi menuntut balas dendam? Tidak! Nabi memilih diam karena tidak ingin membangkitkan kejahatan dari informasi yang akan beliau sebarkan.  

  • Ingatlah Hukuman Penyebar Konten Viral keburukan
Baca Juga:  Sambut Tahun Baru 2020, Remaja Masjid Inggris Kerja Bakti

Lalu, apa yang akan didapatkan bagi mereka yang memang hobby menyebarluaskan keburukan? Allah memperingatkan dengan tegas hukuman bagi orang yang memviralkan keburukan: “Sesungguhnya orang-orang yang senang menyebarkan keburukan di kalangan orang-orang yang beriman akan mendapatkan siksa yang pedih di dunia dan akhirat. Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nur: 19).  

  • Takutlah dosa yang ditanggung dari pesan kejelekan yang disebarkan

Seringkali kita tidak memikirkan dampak dan akibat dari pesan dan konten yang disebarkan. Padahal apapun yang kita sebarkan mengandung konsekuensi yang harus ditanggung, termasuk konsekuensi dosa. Apabila orang menjadi berbuat kejelekan dan kejahatan akibat konten yang kita sebarkan, kita pun sebenarnya mendapat dosa akibat perbuatan tersebut.

Nabi bersabda “Barang siapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa engurangi dosa mereka sedikitpun juga” (HR Muslim).

  • Selalu Viralkan Kebaikan

Sebaliknya menyebarkan sesuatu yang inspiratif dan bermanfaat merupakan sumber pahala. Pahala dari apa yang kita sebarkan dan pahala lain yang mengalir apabila orang lain terdorong berbuat kebaikan karena sesuatu yang kita viralkan.

Nabi bersabda: Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun (HR Muslim).

Makanya mari viralkan kebaikan dan ajakan yang menafaat, bukan viralkan keburukan dan kebohongan demi kepentingan sesaat.  

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

ACT menyalurkan zakat

ACT Bukan Bagian dari Organisasi Pengelola Zakat

Jakarta – Aksi Cepat Tanggap (ACT) ternyata bukan bagian dari organisasi pengelola zakat. Penegasan disampaikkan …

Asrorun Niam

Kasus ACT, MUI: Perlu Kehati-hatian Ganda Kelola Zakat

Jakarta –  Mengelola dana zakat diperlukan kehati-hatian ganda oleh lembaga amil zakat (LAZ). Ini penting …