viral
viral

Kenapa Ingin Viral dengan Konten Amoral? Inilah Ancaman Pedih bagi Pelakunya!

Kenapa anak-anak muda saat ini gemar merebut konten viral walaupun dengan cara tidak rasional, bahkan amoral. Menjadi terkenal seolah tanpa pertimbangan mau dinilai buruk atau bejat sekalipun. Yang penting populer dan mendapatkan komentar dari netizen.

Entah apa yang ada di benak pelaku ketika sadar dirinya sedang membuat konten untuk membuat tontonan yang viral. Misalnya, video muda-mudi yang berjoget diiringi lagu Opcik sambil mabuk di sebuah pemakaman. Mereka bahkan menyebut Nabi Muhammad pun juga mabuk. Sungguh sangat bejat!

Lain halnya dengan seorang pemuda yang mempertontonkan sedang ibadah shalat sambil merokok. Seolah ibadah adalah candaan dan menjadi bahan konten yang layak ditertawakan. Apa yang ada di benaknya? Ingin mendadak viral? Ingin terkenal?

Perilaku tidak amoral dari konten viral juga pernah dilakukan oleh remaja laki-laki di Palembang pada tahun 2019 silam. Remaja laki-laki dengan kondisi telanjang bulat berkeliling kota mengendarai sepeda motordi malam hari. Kali ini dari Garut. Pemilik akun media sosial Instagram mengunggah foto-foto wanita tanpa busana karena ingin viral dan mendapatkan banyak follower.

Sebenarnya bukan sekedar ancaman hukuman di dunia yang menantinya. Menyebarkan atau memviralkan konten yang amoral dan mengandung maksiat akan mendapatkan balasan yang pedih. Islam sangat melarang umatnya untuk menyebarkan konten-konten yang tidak manfaat apalagi menimbulkan dosa dan mudharat.

Dalam Qur’an Allah telah menegaskan : “Allah tidak suka ucapan buruk yang dikeraskan, kecuali bagi orang yang dianiaya” (QS. An-Nisa’: 148).  

Kata mengeraskan adalah sesuatu usaha yang bisa membuat orang lain mendengar atau terdengar luas. Menyebarkan keburukan sama halnya dengan mengeraskan sesuatu yang bisa orang lain mendengar apalagi menjadi viral.

Baca Juga:  Kenapa Rajab Masuk dalam Bulan yang Dimuliakan?

Lalu, apa yang akan didapatkan bagi mereka yang memang hobby menyebarluaskan keburukan? Allah memperingatkan dengan tegas hukuman bagi orang yang memviralkan keburukan: “Sesungguhnya orang-orang yang senang menyebarkan keburukan di kalangan orang-orang yang beriman akan mendapatkan siksa yang pedih di dunia dan akhirat. Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nur: 19).  

Tidak hanya berhenti pada siksa yang pedih. Menyebarkan keburukan dengan harapan bisa menjadi viral dan terkenal akan meninggalkan pelajaran buruk bagi yang mendengar dan melihatnya. Jika pekerjaan itu ditiru oleh yang lain, sesungguh dosa juga akan mengalir kepada orang mengawali atau memviralkan keburukan tersebut.

Nabi bersabda “Barang siapa yang memberi petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun juga” (HR Muslim).

Karena itulah, generasi muda Islam harus menampilkan akhlak mulia dengan tetap teguh memegang prinsip dan etika Islam. Banyak cara ingin terkenal dan viral tidak harus dengan cara-cara amoral dan tidak beradab! Jika kita memviralkan kebaikan, pahala mereka yang tergugah dan termotivasi melakukan kebaikan akan mengalir dalam diri kita.

Ayo Viralkan  Kebaikan, Bukan Keburukan!

Bagikan Artikel ini:

About Sefti Lutfiana

Mahasiswa universitas negeri jember Fak. Hukum

Check Also

pemahaman keislaman yang sempit

Jika Merasa Islam itu Sulit, Berarti Pemahaman Keislamannya yang Sempit

Jika ada orang yang memahami Islam itu adalah agama yang sulit dan mempersulit berarti ia …

tari saman

Islam Mempercantik Budaya, Bukan Merusak Budaya

Islam merupakan agama yang universal yang mampu merasuk dalam aspek sosial bagi kehidupan bermasyarakat. Bukan …