adab takziyah
adab takziyah

Hikmah dan Tata Cara Takziyah

Setiap tahap kehidupan pastilah menghadapi kematian. Fase keniscayaan dari setiap hidup setiap orang. Manusia hanya perlu menunggu waktu dan gilirannya saja dengan membekali diri agar siap menghadapinya. Karena itulah, mengingat kematian merupakan suatu keniscayaan agar kita mampu untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan diri untuk hari esok.

Dalam sebuah hadist disampaikan, “Sesungguhnya adalah hak Allah untuk mengambil dan memberikan sesuatu, segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktu yang telah ditentukan, oleh karena itu bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah (dengan sebab musibah itu)” (HR Bukhari dan Muslim)

Salah satu cara manusia mengingat kematiannya adalah dengan cara melayat atau dalam istilah Arab takziyah ketempat orang yang telah meninggal baik sebelum atau sesudah di kubur. Dengan bertakziah dan juga melihat proses penguburan sang mayat, manusia akan mampu teringat bahwa suatu saat semua manusia akan kembali kedalam tanah.

Hikmah melayat juga mampu membuat keluarga yang ditinggalkan bersabar dan bisa meringankan beban atau musibah yang menimpanya, yang merupakan kesedihan mereka. Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang mukmin berbelasungkawa (ta’ziyah) kepada saudaranya karena suatu musibah, melainkan Allah Yang Mahasuci memberinya pakaian dari pakaian-pakaian kemuliaan di hari Kiamat.” (HR Ibnu Majah).

Hukum takziah adalah sunnah maka sangat dianjurkan oleh agama karena di dalamnya ada perintah kebaikan dan menjauhi larangan. Perlu kita ketahui bahwa, salah satu kewajiban bagi umat Islam apabila ada yang meninggal dunia adalah memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkannya. Bila hal ini sudah dilakukan maka yang lain gugur kewajibannya.

Syekh Husein bin Ibrahim menjelaskan bahwa takziyah sebaiknya dilakukan saat jenazah sebelum dan sesudah dimakamkan bahkan saat masih di rumah atau sudah di pemakaman. Waktu terbaik dalam melakukan takziah sebaiknya dilakukan selama tiga hari setelah pemakaman.

Baca Juga:  Manajemen Kecerdasan IQ, EQ, dan SQ

Namun apabila terdapat kerabat atau teman yang bertempat tinggal jauh dari jenazah, maka dianjurkan untuk tetap bertandang ke tempat keluarga yang ditinggaalkannya. Dari sini, perintah bertakziah ditujukan agar sesama umat Islam saling berwasiat dalam kebaikan terutama sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Karena itulah, tradisi bertahlil yang dilakukan oleh masyarakat di pedesan adalah bagian dari takziyah sekaligus mendoakan sang mayit. Ada tiga hikmah penting yang perlu ditarik. Pertama, selalu mengingatkan kematian pada diri seseorang. Kedua, meringankan beban duka yang ditinggalkan. Ketiga, silaturrahmi dalam kebaikan dan doa.

Adapun beberapa adab saat melayat orang meninggal dunia. Pertama, mengucapkan belasungkawa. Tentunya sebagai manusia ketika melihat kesusahan oleh manusia lainnya, maka akan menuntun kita untuk mengucapkan bela sungkawa disertai dengan ucapan penyemangat bagi keluarga yang ditinggalkan.

Lafaz tazkiah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah, “Bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah, sesungguhnya adalah hak Allah mengambil dan memberikan sesuatu, segala sesuatu di sisi-Nya ada batas waktu yang telah ditentukan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ucapan tersebut dapat menggambarkan rasa belasungkawa namun juga tidak membuat orang tersebut kecewa atau bertambah sedih. Ditambah doa dan keikhlasan kita menghadiri tazkiah tentu bisa membuat keluarga bersyukur.

Kedua, menyegerakan menyolati, memandikan dan mengurus jenazah. Dalam sebuah hadist disampaikan, “Bersegeralah dalam mengurus jenazah, karena jika ia baik maka engkau telah melakukan suatu kebaikan dan jika tidak, maka engkau telah membuang suatu kejelekan dari lehermu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk mengurus jenazah maka lebih baik jangan ditunda-tunda. Dalam pengurusan jenazah maka lebih baik disegerakan dan jangan sampai diperlambat. Keluarga bisa menunggu jika memang ada kerabat atau anggota keluarga lainnya yang belum hadir melihat, akan tetapi jangan terlalu lama.

Baca Juga:  Kisah Umar Bin Khattab Menyikapi Musibah

 

Bagikan Artikel ini:

About Indah Fauziah

Avatar of Indah Fauziah

Check Also

hukum tanam benang

Hukum Tanam Benang untuk Kecantikan, Bolehkah?

Dunia kecantikan tak henti-hentinya berinovasi dengan berbagai metode yang membuat para kaum hawa semakin bisa …

pelecehan seksual

KDRT Harus Didiamkan karena Aib Pasangan?

Dalam berumah tangga pasti kita tidak akan terlepas dari masalah yang melibatkan konflik antar pasangan. …