Sheikh Ahmed al Tayeb
Sheikh Ahmed al Tayeb

Imam Besar Al-Azhar: Menghina Agama Atas Nama Kebebasan Bicara Adalah Ajakan Untuk Membenci

Kairo – Imam besar Al-Azhar mengutuk kasus pemenggalan seorang guru bahasa Prancis. Namun ia juga mengatakan bahwa menghina agama atas nama kebebasan berbicara adalah ajakan untuk membenci.

Pidato yang ditulis oleh Sheikh Ahmed al-Tayeb ini dibacakan di Capitol Square Roma. Surat dibacakan di depan pertemuan para pemimpin Kristen, Yahudi dan Buddha, termasuk Paus Francis dan Kepala Rabbi Prancis Haim Korsia. Mereka berkumpul untuk menandatangani seruan bersama atas nama perdamaian.

“Sebagai seorang Muslim dan Syekh Al-Azhar, saya menyatakan Islam, ajaran dan Nabi-nya tidak bersalah dari kejahatan teroris yang jahat ini,” kata Tayeb dalam pidatonya, dilansir di Al Arabiya, Rabu (21/10/2020).

Pada saat yang sama, ia juga menekankan menghina agama dan menyerang simbol suci di bawah panji kebebasan berekspresi adalah standar ganda intelektual. Hal tersebut dinilai sama dengan undangan terbuka untuk kebencian.

Seperti diketahui, seorang guru bernama Paty, diserang dan dibunuh oleh seseorang yang berasal dari Chechnya, yang berusia 18 tahun. Guru berusia 47 tahun ini dibunuh saat dalam perjalanan pulang dari SMP tempat dia mengajar, Conflans-Sainte-Honorine, dekat Paris.

Paty sebelumnya diketahui menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya yang membuat marah seorang ayah. Wali murid ini lantas memimpin kampanye daring guna melawan guru itu. Hasil penyelidikan mengungkapkan hal ini berhubungan dengan pembunuh tersebut.

Pembunuhnya, Abdullakh Anzorov, mengunggah gambar tubuh sang guru yang telah dipenggal di Twitter, sebelum dia ditembak mati oleh polisi.

“Teroris tidak berbicara untuk agama Nabi Muhammad, sama seperti teroris di Selandia Baru yang membunuh Muslim di masjid tidak berbicara untuk agama Yesus,” lanjut Tayeb.

Al-Azhar merupakan salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia. Pada bulan September lalu, mereka juga mengutuk keputusan majalah satir Prancis Charlie Hebdo mencetak ulang kartun Nabi Muhammad, ketika persidangan atas serangan teror 2015 di kantornya di Paris dibuka.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  MUI Sulteng dan Ormas Islam Deklarasikan Wasathiyatul Islam Sebagai Bentuk Komitmen Menjaga Persatuan

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

kiswah kabah

Gantikan Raja Salman, Pangeran Saudi Mohammed bin Salman Cuci Ka’bah

Jakarta – Kain Kiswah atau penutup ka’bah setiap tahunnya diganti, dalam proses pergantian kain Kiswah …

Menag Yaqut Cholil Qoumas

Wujudkan Kampus Toleran dan Harmoni, Moderasi Beragama Penting Diterapkan di Perguruan Tinggi

Jakarta – Moderasi beragama sangat penting diterapkan di perguruan tinggi agar terwujud tradisi kampus yang …