Yerusalem – Tindakan semena-mena kembali dilakukan Israel terhadap Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri. Dulu imam besar dilarang masuk Masjid Al-Aqsa, kini ia malah ditahan dan diinterogasi pasukan Israel.

Penangkapan dilakukan di kediaman Sabri yang berada di Yerusalem Timur, Jumat (29/5), ketika pihak pengelola Masjidil Al-Aqsa siap-siap membuka kembali masjid setelah aturan lockdown. Tidak ada keteragan langsung dari pihak kepolisian Israel atas penagkapan itu.

Otoritas yang mengelola Masjid Al-Aqsa telah menutup masjid pada 15 Maret 2020 lalu untuk mencegah penyebaran virus corona. Satu minggu kemudian, otoritas tersebut mengeluarkan larang pertemuan di kompleks itu secara keseluruhan.

Pengelola kompleks masjid diizinkan untuk membersihkan dan memelihara situs suci umat Islam itu sepanjang lockdown yang diberlakukan.

“Pasukan dari dinas intelijen Israel menggerebek rumah Syekh dan memberi tahu dia ditahan,” kata seorang anggota keluarga Sabri dalam kondisi anonimitas, seperti dilansir Yeni Safak, Sabtu (30/5/2020).

Ia mengungkapkan, Syekh Sabri dibawa untuk diinterogasi lebih lanjut di kantor polisi di Al Qashla, wilayah barat Yerusalem. Sebelumnya, pada Januari otoritas Israel melarang imam besar tersebut untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama empat bulan.

Sebenarnya otoritas Israel tidak memiliki yurisdiksi atas operasi dan fungsi Masjid Al-Aqsa, berdasarkan perjanjian yang disepakati, namun pihak Israel kerap memutuskan sendiri siapa yang bisa dan tidak bisa melaksanakan ibadah di sana. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.