dw 169
dw 169

Ingin Lengserkan Netanyahu, Partai Islam dan Ultra Kanan Yahudi Bersatu

Jakarta – Ditengah memanasnya hubungan Israel-Palestina dan kecaman dari berbagai negara terhadap kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terhadap Palestina, muncul perlawanan dari dalam negeri yang berkeinginan untuk melengserkan Netanyahu dari kursi kepemimpinan di Israel.

Beberapa tokoh oposisi di Israel diketahui menggelar pertemuan guna menggalang kekuatan dan membicarakan langkah untuk melawan PM Netanyahu, termasuk partai Ra’am yang merupakan Partai Islam turut mendukung upaya pelengseran Netanyahu.

Selambatnya pada Rabu, (2/6), tokoh oposisi Israel, Yair Lapid, harus mengumumkan koalisi mayoritas, sesuai mandat yang diberikan Presiden Reuven Rivlin sejak lima Mei silam. Jika gagal, PM Benjamin Netanyahu akan kembali berpeluang membentuk pemerintahan sesuai tradisi politik di Knesset.

Harapan bagi Netanyahu menyusut sejak bekas sekutu politiknya, Naftali Bennett, menyatakan dukungan terhadap koalisi Yair Lapid, Minggu (30/5). Bennett adalah bekas komandan pasukan khusus, Sayeret Matkal, yang dituduh bertanggungjawab atas pembantaian warga sipil Qana dalam perang di Lebanon.

Usai lama mengabdi di pemerintahan Netanyahu, Bennett akhirnya membelot dan membentuk Partai Yamina. Dalam pemilu Maret silam, Yamina mendapat 6,2% suara, adapun Partai Likud mendapat 24,19%, sementara Yesh Atid pimpinan Yair Lapid mendapat 14% suara. Posisi itu menempatkan Bennett sebagai juru penentu dalam proses pembentukan koalisi.

Menurut laporan media-media lokal, Bennett dan Lapid sepakat menggilir jabatan perdana menteri dalam “Kabinet Perubahan” selama masing-masing dua tahun. Bennett akan didahulukan, sementara Lapid menyusul memerintah Israel pada tahun ketiga.

Koalisi anti-Netanyahu yang sedang digodok di Yerusalem dikhawatirkan rapuh, karena menggabungkan hampir semua spektrum politik, yakni partai kiri, tengah dan kanan jauh. Sudah begitu, koalisi Lapid juga dibangun di atas dukungan partai Arab, Ra’am, yang menolak program politik pro-pemukim Yahudi milik Bennett.

Baca Juga:  Muhammadiyah Minta Pembahasan RUU HIP Dihentikan

Koalisi lintas ideologi melawan Netanyahu

Menurut laporan Times of Israel dan dikutip dari laman detikcom. Partai Ra’am akan mendukung pemerintahan Bennett dan Lapid secara aktif di parlemen, dan tidak menjadi bagian dari kabinet pemerintah. Sebagai gantinya kedua pemimpin setuju menghormati tuntutan Ra’am terkait nasib warga Arab.

Tuntutan itu antara lain jaminan anggaran dana untuk memerangi tingkat kriminalitas yang tinggi di komunitas Arab, dan mengakui hak Suku Arab Badui yang selama ini dianggap ilegal. Ketua Umum Ra’am, MK Mansour Abbas, juga menuntut pemerintahan baru agar memperhatikan kepentingan minoritas Arab.

Abbas dan Bennett bertemu akhir April silam. Bennett dikabarkan sepakat untuk tidak menganeksasi wilayah atau mengizinkan pembangunan pemukiman Yahudi baru di Tepi Barat, selama dia berkuasa. Dia juga ingin menghentikan konstruksi pemukiman yang masih berlangsung, menurut laporan Channel 12.

Netanyahu juga sempat berusaha mendekati Partai Ra’am saat diberi kesempatan membentuk pemerintahan usai pemilu lalu. Namun rekan koalisinya dari partai agamis menolak bekerjasama. Meski tidak punya mandat, Netanyahu akhir pekan lalu berusaha menarik Bennett dan musuh bebuyutannya, Gideon Saar, untuk berkoalisi.

Keduanya ditawari kursi perdana menteri yang diputar bergilir di antara ketiga politisi. Di dalam sebuah video di Twitter, Netanyahu mendesak Bennett dan Saar untuk “mencegah terbentuknya pemerintahan kiri yang berbahaya,” di Israel. Dia menyebutnya sebagai “momentum yang krusial bagi keamanan, identitas dan masa depan negara.”

Saar yang seharusnya mendapat giliran pertama mengisi jabatan perdana menteri, menolak tawaran tersebut.

Usai tenggat pengumuman koalisi mayoritas hasil pemilu pada 3 Juni, oposisi Israel diberi waktu selama 21 hari untuk menyusun kabinet dan menominasikan perdana menteri. Jika gagal, pemilihan umum legislatif kelima akan digelar, kemungkinan di musim gugur, antara Oktober-November.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …