64e22dd0 48f3 44f8 9eaf e314e5ecbcda 169
64e22dd0 48f3 44f8 9eaf e314e5ecbcda 169

Ini Penjelasan Buya Yahya Terkait Pro Kontra Gus Miftah Masuk Gereja

Jakarta – Beberapa hari belakangan media sosial kembali dibanjiri dengan pendapat pro dan kontra terkait kehadiran Gus Miftah pada peresmian GBI Amanat Agung, meskipun Gus Miftah sendiri telah menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk berceramah namun menghadiri undangan dan memberikan sambutan serta nasehat untuk tetap menjaga persatuan.

Banyak kalangan yang berpendapat bahwa memasuki tempat ibadah nonmuslim adalah haram dan bukan merupakan sikap toleransi, selain masyarakat yang berpendapat di media sosial, Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat memberikan tanggapan, kini ada penjelasan dari Buya Yahya soal hukum orang Islam masuk tempat ibadah agama lain.

Untuk mengatakan haram atau tidaknya orang Islam masuk tempat ibadah agama lain bisa dilihat dari tujuannya serta dasar hukum yang dipakai.

“Sekarang kita bicara hukum masuk gereja. Ulama berbeda pendapat dalam hal ini, masuk saja tanpa ada embel-embel dengan yang lainnya, masuk saja tok. Maka ulama mengatakan di dalam mazhab Imam Malik, Imam Hambali, masuk tempat ibadah tanpa tujuan apa-apa maka hukum masuk gereja atau (tempat ibadah) yang lainnya dikatakan bahwasannya boleh,” kata Buya Yahya dalam channel YouTube pribadinya seperti dilansir dari laman detikcom. Kamis (6/5).

“Kemudian mazhab Imam Syafi’i masuk gereja hukumnya haram. Jika di dalamnya ada sesembahan-sesembahan orang selain Islam, (seperti) patung dan lainnya. Itu tempat biasa untuk menentang Allah. Ini terlepas dari jika ada orang masuk karena ada sesuatu,” sambungnya.

Haram masuk gereja apabila si pemilik tidak mengizinkan, berniat untuk mengganggu, dan berbarengan dengan syiar ajaran mereka mereka.

“Yang jadi haram masuk gereja adalah jika yang punya gereja tidak mengizinkan (itu) merusak persatuan, umat Islam itu indah menjaga. Kedua, Anda orang Islam masuk gereja ingin merendahkan dan menghinakan gereja (itu) haram, ndak boleh Anda menyakiti. Atau anda masuk ke tempat tersebut berbarengan dengan syiar dan ibadah mereka, apalagi Anda memberikan bunga-bunga. Apa perlumu?” tutur Buya Yahya.

Baca Juga:  Mengapa Empat Imam Madzhab Tidak Pakai Hadist Bukhari dan Muslim?

“Kalau ada orang masuk gereja, untuk merendahkan gereja, mengotori gereja, atau mengganggu gereja itu tidak boleh. Atau Anda menghadiri gereja untuk memberikan penghormatan (peribadahan) mereka atau acara khusus mereka itu haram,” tegasnya.

Tidak cuma Gus MiftahGus Dur juga pernah memenuhi undangan untuk hadir di sebuah acara gereja. KH Marzuqi Mustamar, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, bertanya kepada Gus Dur soal alasan dirinya mau datang ke gereja. Kisah itu diceritakan ulang oleh KH Marzuqi Mustamar yang tayang di channel Bangkit TV.

“Gini loh, Marzuki. Niatku mencari umat. Kadang satpamnya gereja itu Islam, Marzuki. Cleaning service-nya, tukang bersih-bersih, ya juga Islam. Kadang, maaf, supirnya juga Islam,” ucap KH Marzuqi Mustamar menirukan gaya bicara Gus Dur.

Menurut Gus Dur ada orang-orang yang seagama yang harus tetap dikuatkan imannya.

“Aku ke sana itu biar ada kesempatan menasihati supir dan satpam Islam itu agar tetap Islam. Niatku yang asli itu. Jadi kalau ketemu satpam, ‘Tetap Islam, ya’, ‘Iya, Gus’,” beber Gus Dur kepada KH Marzuqi Mustamar.

Pada masalah ini Gus Miftah pun sudah klarifikasi. Gus Miftah menegaskan kedatangannya ke gereja bukan dalam acara ibadah. Pada peresmian itu juga hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dicatat, dalam rangka peresmian, bukan dalam rangka peribadatan,” tegas Gus Miftah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …