Gus Miftah
Gus Miftah

Dituduh Kafir, Orasi Kebangsaan Gus Miftah Pada Peresmian Gereja, Justru Menyentuh Hati Mualaf Amerika

Jakarta – Gus Miftah tengah dihujat dan dituduh kafir terkait kehadirannya memberikan  orasi kebangsaan pada peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara, beberapa hari lalu. Ironisnya orasi kebangsaan yang dibacakan dan tersebar di media sosial (medsos) justru menyentuh hati seorang mualaf asal Amerika Serikat (AS).

Mualaf itu bernama Gerrard. Ia bercerita tentang prosesnya menjadi mualaf, dan kebingungannya dan ragu lagi dengan keputusannya menjadi mualaf. Namun setelah membaca oras kebangsaan, keraguannya tentang Islam menjadi hilang.

“Saya mau nanya2 gus, saya baru masuk Islam beberapa bulan yang lalu, dan sy ada keluarga lain yang berencana ingin masuk Islam juga, kebetulan kami sekeluarga tumbuh dan besar di Amerika, tentang agama pun kami tidak mengerti sama sekali, Apakah bisa komunikasi lebih lanjut dengan Gus Miftah? Maaf telah mengganggu waktu nya, dan salam kenal,” isi pesan tersebut yang dikirimkan ke Gus Miftah dikutip dari laman Detikcom.

Ia mengaku, pesan itu ia kirim setelah menonton video Gus Miftah di peresmian GBI Amanat Agung. Gerard mengaku kagum dan ingin bertemu dengan Gus Miftah. Gus Miftah memperlihatkan pesan singkat yang dikirimkan oleh Gerard.

“Saya sangat terkagum dengan ceramah gus miftah di geraja beberapa hari yang lalu… Setelah memutuskan menjadi Islam beberapa bulan yang lalu, jujur saya merasakan ada penyesalan di dalam hati, karena ketika saya baru mengenal islam saya malah dipertemukan dengan ustad-ustad yang menurut saya (maaf) ajarannya yang kasar dan cenderung membenci… saya yang baru mengenal Islam pada akhirnya menjadi kecewa. Setelah melihat video gus miftah beberapa waktu yang lalu, saya mulai kembali tertarik, saya semakin sadar kalau masih sangat banyak ustad2 yang berpikiran open minded, ceramah2 nya bikin hati tenang dan tentram,” tutup pesan tersebut.

Baca Juga:  Pasca Rusuh Sektarian, Ratusan Muslim India Takut Pulang dan Tinggal di Kamp Pengungsian

Mendapatkan pesan singkat seperti itu, Gus Miftah merasa bersyukur. Gus Miftah menyadari dirinya banyak mendapat tudingan dan dianggap salah masuk dan memberikan nasihat di gereja.

“Alhamdulillah, pengakuan seorang mualaf di Amerika, dan keluarga nya otw mualaf insya Allah, gegara video itu. Mungkin saja saya salah di mata kalian orang-orang hebat, dan saya memang banyak salah…..,” tulis Gus Miftah.

“Tapi Alhamdulillah masih ada kebaikan dan secercah hidayah dari sesuatu yang kalian anggap salah. Maaf ya kalau saya sering berbuat salah…….. kalau saya dianggap kafir… insya Allah saya masih bersyahadat yang sama dengan kalian kok,” tukasnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …