JAMMU Kota Semarang Tangkal Radikalisme Lewat Khotbah Idul fitri
JAMMU Kota Semarang Tangkal Radikalisme Lewat Khotbah Idul fitri

JAMMU Kota Semarang Tangkal Radikalisme Lewat Khotbah Idul fitri

Sambut lebaran tahun ini, Jam’iyyatul Mubalighin (JAMMU) Kota Semarang bekerjasama dengan Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kota Semarang menerbitkan daftar Khotib Idulfitri. Hal ini dilakukannya dalam rangka mencegah konten ceramah yang tidak diperlukan seperti ceramah kebencian, rasis, radikal, dan intoleran. Daftar Khotib ini disahkan tertanggal 30 april 2021.

“Para Khotib di daftar ini telah diverifikasi oleh Kementerian Agama Kota Semarang. Dijamin berhaluan Ahlusunnah wal Jamaah,” tulis pesan singkat yang diterima Islamkaffah melalui grup WhatsApp.

Daftar tersebut diterbitkan untuk kepentingan syiar Islam sekaligus memastikan bahwa warga Kota Semarang mendapatkan Khotib Idulfitri yang sesuai dengan ajaran ulama. Hal ini dilakukan dalam rangka merespons maraknya konten khotbah kebencian dalam momentum Idulfitri beberapa tahun terakhir di beberapa wilayah di Indonesia yang menggangu keharmonisan antarumat beragama.

Perlu diketahui, JAMMU merupakan perhimpunan para mubaligh berhaluan Aswaja yang dirintis sejak tahun 2013 lalu di Kabupaten Semarang. Saat ini kepengurusannya mencakup wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Adapun JAMMU Kota Semarang diketuai oleh KH. Abdurrohim Almuhsin.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris Umum JAMMU Kota Semarang Ustadz Khoirul Amin menyampaikan, daftar tersebut sudah dinyatakan layak untuk diterbitkan dan juga dilaksanakan di kota Semarang.

“(Hal tersebut) karena mubaligh dan mubalighohnya atau Khotibnya adalah dari jajaran Ahlussunnah wal Jamaah terutama di Nahdliyyun atau Nahdlatul Ulama dan sebagian ada yang sudah mendapatkan sertifikasi mubaligh dari Kementerian Agama,” Jelasnya.

Pihaknya menambahkan, JAMMU mengumpulkan para mubaligh-mubalighoh atau khotib dengan kriteria tertentu, yakni yang benar-benar sehaluan dengan program-program pemerintah. “(Dalam rangka) menghindari propaganda (dan) khotib-khotib yang menyebar kebencian, menghindari khotib-khotib yang bernuansa radikalisme di Kota Semarang,” tambah pria tersebut.

Baca Juga:  Dicecar Terkait Radikalisme Yang Menuai Kontroversi, Menag: Anggota DPR Jangan Lebay

Harapanya, kata dia, para jamaah atau umat Islam khususnya di Kota Semarang dapat mengikuti sholat Idulfitri 1442 H dengan khotib yang berhaluan Ahlussunnah wal jamaah dan juga mengenalkan kepada masyarakat bahwa di Kota Semarang ada banyak Mubaligh dan Mubalighoh yang tergabung dalam JAMMU. “Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengisi Pengajian-pengajian, maka kami siap membantu menyiapkan penceramahnya,” tandas Ustadz Khoirul. (Vina)

Bagikan Artikel ini:

About Vinanda Febriani

Mahasiswi Studi Agama-Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Check Also

Terorisme di Abad 21

Akar Permasalahan Terorisme di Abad 21

Salah satu Jubir Al-Qaidah pernah berujar bahwa internet merupakan “Universitas Studi Jihad Al-Qaidah”.

Perempuan Muslim

Salahkah Perempuan Muslim Berpendidikan Tinggi ?

“Dari Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Mencari ilmu sangat diwajibkan atas setiap orang Islam,”